Dengan Wirausaha, MTs Negeri 6 Ajak Siswa Mandiri

Dengan Wirausaha, MTs Negeri 6 Ajak Siswa Mandiri
ANTUSIAS : Siswa MTs Negeri 6 Kebumen belajar berwirausaha dengan menjual keripik kulit lumpia krispi di lingkungan sekolah.

KEBUMEN, Radar Kebumen – MTs Negeri 6 Kebumen bukan hanya mencetak generasi unggul di bidang akademik, tapi juga mengarahkan siswa agar menjadi pribadi mandiri. Para siswa diajari mandiri melalui program wirausaha dengan menjual makanan ringan.

Melalui ekstrakurikuler pembuatan makanan ringan, siswa terlatih untuk membuat berbagai makanan olahan kekinian yang digemari banyak kalangan. Dalam ekstra sekolah tersebut siswa dibekali ilmu. Mulai dari pembuatan makanan ringan, pengemasan hingga pemasaran. “Diharapkan dapat memperluas pengalaman bersosialisasi, praktek berkomunikasi, dan internalisasi nilai-nilai karakter,” jelas Kepala MTs Negeri 6 Kebumen Mohamad Makhi, Sabtu (20/3).

Lebih lanjut, kegiatan ekstrakurikuler dimaksud sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa. Meski terbilang kegiatan belajar baru di luar jam, kegiatan ekstrakuler itu mengundang antusias siswa. “Terbentuklah ekstrakurikuler pembuatan makanan ringan. Tercatat 59 siswa aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini,” lanjutnya.

Langkah awal memulai ekstrakulikuler itu dengan mencari konsep untuk menghasilkan produk yang dapat dipasarkan dan memiliki nilai jual tinggi. Tercetuslah membuat makanan olahan berupa keripik kulit lumpia. Hasil dari pembuatan makanan ringan dijual di sekitar lingkungan sekolah. “Hasil karya ekstrakurikuler pembuatan makanan ringan ini juga sudah berhasil dipasarkan di toko siswa MTs Negeri 6 Kebumen,” ucapnya.

Semenetara Pembinan Ekstrakurikuler Tika Hanifa Insani menambahkan, mereka memberi nama makanan ringan yang dihasilkan perdana tersebut Kuya. Dengan memanfaatkan bahan kulit lumpia, tepung terigu, garam, penyedap rasa, dan bumbu tabur jadilah keripik kulit lumpia krispi. “Anak-anak tampak puas ketika hasil olahannya sesuai dengan ekspektasi,” ucapnya.

Tika menjelaskan, modal awal pembuatan makanan ringan bersumber dari sekolah. Untuk satu bungkus kecil Kuya dijual seharga Rp 1 ribu. Sedangkan ukuran besar Rp 5 ribu. Dari hasil penjualan nantinya akan dikumpulkan untuk modal praktik makanan ringan berikutnya. “Harga ekonomis karena tidak semua siswa uang jajan banyak. Tapi kami juga menyediakan ukuran besar pakai cup pouch. Hasilnya kembali lagi ke sekolah,” terangnya. (fid/pra/er)

Lainnya