Purworejo Kembali Kebanjiran

Purworejo Kembali Kebanjiran
SIMBAH DIEVAKUASI: Sejumlah warga lansia yang terdampak banjir di Purworejo dievakuasi ke tempat yang lebih aman, kemarin (1/6). Hujan semalaman disebut membuat sejumlah aliran air naik hingga menggenangi pemukiman warga.

PURWOREJO, Radar Purworejo – Belum hilang ingatan warga saat Purworejo diterjang banjir besar Maret lalu, awal Juni ini kembali kebanjiran. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa (31/5) sore hingga esok hari membuat sejumlah sungai di Kabupaten Purworejo meluap.

Sub koordinator Evakuasi dan penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Iman Tjiptadi menyebutkan, ada ratusan warga yang dievakuasi. Beberapa wilayah yang terdampak banjir antara lain Perumahan Palapan Seren di Kecamatan Gebang ketinggian kurang lebih 30 sentimeter. Di wilayah Dusun Bojong, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen ketinggian air mencapai perut orang dewasa. “Kemudian, di Desa Krandegan (Kecamatan Bayan) ketinggian air rata-rata 30 sentimeter dan juga di Ngandul perbatasan Bagelen dan Purwodadi,” ujarnya Rabu (1/6).

Pihaknya terus mendata dan mengevakuasi desa yang terdampak banjir. Di beberapa titik sudah dilakukan penanganan seperti gotong royong warga. Masyarakat masih terus diminta untuk waspada dan berhati-hati dengan potensi cuaca saat ini.

Selain bencana banjir, pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik seperti di Jalan Merpati Kutoarjo yaitu pohon kayu putih tumbang hingga menutupi akses jalan dan di daerah Triwarno, Banyuurip. Selain itu, juga terjadi longsor di sejumlah titik seperti di wilayah Kaligesing, Bruno, dan sejumlah kecamatan lain.

Selain dari pihak BPBD Purworejo, TNI Purworejo juga bergerak untuk menangani bencana tersebut. Komandan Kodim Purworejo Lukman Hakim telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk turun ke wilayah masing masing untuk membantu warga yang terdampak oleh hujan deras yang mengguyur di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo. “Semua kemampuan dan kekuatan akan dikerahkan dalam mengatasi kesulitan masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Krandegan Dwinanto menyebutkan, banjir yang terjadi di sebagian besar wilayahnya karena Sungai Dulang meluap. Menurut dia, hujan deras dengan durasi lama yang terjadi semalam hingga kemarin menyebabkan Sungai Dulang tidak dapat menampung debit air. “Sehingga air menggenangi dan merendam sebagian besar wilayah desa kami,” katanya.

Dwinanto menyebutkan, ratusan warga telah diungsikan dan pihak Pemerintah Desa Krandegan sudah mengaktifkan dapur umum. Berdasarkan laporan dari BPBD Purworejo di Desa Krandegan ada sebanyak sembilan RT dari 14 RT di Krandegan yang terendam banjir yakni, ada sekitar 450 rumah.

Bupati Purworejo Agus Bastian pun sudah turun langsung. Dengan meninjau di lokasi banjir yaitu Desa Krandegan. Dia menyebutkan, di Kabupaten ada sekitar 17 desa di tujuh kecamatan yang tergenang banjir, tetapi yang tertinggi ada di Perumahan Palapan Seren dan Desa Krandegan. “Logistik sudah mulai didistribusikan dari tadi malam, dapur umum juga sudah didirikan di tempat-tempat yang airnya masih tinggi,” jelas Bastian. (han/pra)

Lainnya