Petani Diminta Daftar Asuransi

Petani Diminta Daftar Asuransi
AMBRUK: Salah satu tanaman padi di sawah Purworejo yang ambruk karena cuaca buruk, Kamis (16/6). (Istimewa)

RADAR PURWOREJO – Akibat cuaca buruk, sejumlah petani mengeluh karena tanaman padi yang mereka tanam banyak yang ambruk. Sehingga, tidak dapat panen dan harus mulai tanam lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh warga desa di Kecamatan Ngombol saat menerima kunjungan Bupati Purworejo Agus Bastian. Yakni, saat kembali melakukan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Ngombol pada Selasa (14/6).

Sementara, musibah serupa juga sempat terjadi di Desa Kalitanjung, Kecamatan Purwodadi beberapa waktu lalu. Kepala Desa Kalitanjung Lilik mengatakan, lahan padi yang roboh terkena angin mencapai puluhan hektare.Dia memprediksi jumlah produksi hasil panen padi dan harga jualnya akan menurun. “Kalau dihitung dari sisi jumlah produksi diperkirakan bisa menurun sampai 50 persen,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan pemerintah sudah melakukan koordinasi terkait langkah recovery tanaman padi yang rusak akibat hujan angin. “Terkait kerugian akibat cuaca buruk, kami menghimbau agar para petani dapat mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi usaha tani padi (AUTP),” ujarnya.

Seperti diketahui, AUTP memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman resiko gagal panen akibat dari risiko banjir, kekeringan, serangan penyakit, hingga organisme pengganggu tanaman. Dengan begitu, keberlangsungan usaha tani dapat terjamin.
Dia menyebutkan, pembayaran preminya murah, yaitu hanya Rp 144 ribu setiap hektare per musim tanam. Bahkan, masih ada subsidi dari pemerintah sehingga petani cukup membayar Rp 36 ribu saja. “Ketika mendapat musibah bencana, para petani yang mengasuransikan usaha tani padinya akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta,” sambung Bastian. (han/pra)

Lainnya