Dipatok Rp 25 Ribu, Kemahalan!

Dipatok Rp 25 Ribu, Kemahalan!
SIAP-SIAP : Persiapan KIE mulai dilakukan. Sejumlah tenda mulai berdiri di sekitar area Alun-alun Kebumen.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Sejumlah masyarakat menganggap patokan harga tiket masuk Kebumen International Expo (KIE) terlalu mahal. Estimasi harga tiket masuk tersebut dinilai terlalu tinggi untuk standar masyarakat lokal Kebumen.

Seorang warga Cahyani, 54, mengaku, cukup keberatan untuk merogoh kocek dari harga tiket masuk yang sudah ditentukan sebesar Rp 25 ribu. Untuk itu, penyelenggara diharapkan mempertimbangkan kembali dengan melihat kondisi ekonomi masyarakat Kebumen. “Rp 25 ribu mahal lah belum bayar parkir. Itu baru satu orang, kalau satu keluarga tinggal kalikan aja,” terangnya, Minggu (19/6).

Dia meminta, tiket masuk KIE gratis untuk masyarakat. Dengan begitu gelaran KIE bisa dinikmati masyarakat berbagai kalangan. Artinya tidak hanya dinikmati masyarakat dengan ekonomi mapan. Terlebih penyelenggara juga diminta melihat situasi pemulihan ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19. “Mungkin kalau pegawai harga segitu enteng ya. Saya ya lumayan keberatan,” sambungnya.

Warga lain, Seftiayunisa, 28 tahun mengaku hal serupa. Ia menilai saat ini masih banyak ekonomi masyarakat belum pulih, sehingga penyelenggara diminta memahami kesulitan tersebut. “Mikir keras kalau mau masuk ekspo. Apa-apa sekarang mahal duitnya lumayan bisa buat nambal beli bumbu dapur,” katanya.

Ia mengapresiasi gelaran KIE banyak mengundang artis skala nasional. Dilain sisi ia menilai mahalnya tiket masuk dikhawatirkan akan mengurangi minat kunjungan masyarakat. Menurutnya, tidak setiap masyarakat mampu membeli tiket masuk KIE yang sudah ditentukan. “Kalau gratis pengunjung bisa membludak. Tidak tahu kalau bayar mungkin banyak yang mikir,” ucapnya.

Penggemar band Kerispatih sebenarnya tidak keberatan jika masuk KIE harus bayar. Namun dengan harga yang terjangkau. Ia menaruh harapan penyelenggara bisa memberikan alternatif seperti diskon bagi masyarakat asli Kebumen atau bahkan gratis jika memungkinkan. “Misal mau masuk nunjukin KTP, kalau orang Kebumen diberi diskon 50 persen atau berapa gitu,” sambungnya.

Sementara, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, besaran harga tiket masuk KIE Rp 25 ribu sudah berdasar perhitungan dan ketentuan event organizer selaku penyelenggara. Harga tersebut dianggap masih terjangkau bagi masyarakat. Pasalnya pada gelaran itu diisi beragam kegiatan seperti festival, pameran, pertunjukan budaya dan karya seni hingga konser musik. “Saya kira untuk harga tiket masih terjangkau karena KIE ini banyak kegiatannya diisi oleh artis-artis ibu kota,” katanya.

Arif juga menekankan, agar penyelenggara tidak sepenuhnya menarik tiket kepada masyarakat. Pihaknya meminta tiket masuk yang berbayar khusus berlaku mulai pukul 13.00 hingga selesai. Sebab gelaran tersebut merupakan pesta rakyat. “Kita sudah meminta EO agar KIE ini tidak sepenuhnya bayar. Alhamdulillah ada yang digratiskan dari pagi pukul 08.00 sampai pukul 13.00,” katanya. (fid/pra/er)

Lainnya