Usulkan 179.099 Dosis, Kemungkinan Tiba Agustus

Usulkan 179.099 Dosis, Kemungkinan Tiba Agustus
DIPERISKA: Petugas melakukan pemantauan terhadap ternak yang terindikasi gejala penyakit mulut dan kaki (PMK) di wilayah Kebumen.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen belum bisa memastikan terkait pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kaki (PMK) bagi hewan ternak. Meski demikian, dinas masih terus menunggu kebijakan pemerintah pusat tentang tata laksana vaksinasi.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapang Kebumen Retno Handarwati mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah mengusulkan jumlah hewan ternak yang akan divaksin kepada kementerian terkait. Dari jumlah yang diusulkan sebanyak 179.099 hewan ternak diprioritaskan mendapat vaksin PMK. “Vaksinasi baru proses pengusulan kuota vaksin. Program pusat mungkin sekitar Agustus,” terangnya, Sabtu (19/6).

Dia menyebutkan, jumlah calon ternak penerima vaksin secara rinci untuk sapi potong dan perah sebanyak 67.291 ekor, kambing 88.383 ekor, domba 22.322 ekor, kerbau 275 ekor dan babi 828 ekor. “Yang kami usulkan ya seluruh populasi ternak ruminansia. Ruminansia itu ternak yang memiliki rumen seperti sapi, kambing, domba dan kerbau,” tuturnya.

Distapang, kata Retno, juga belum mengetahui pasti berapa jumlah pengadaan vaksinasi yang akan didistribusikan di Kebumen. Mengingat dari informasi yang diterima jumlah vaksin darurat masih sangat terbatas. Saat ini pihaknya baru sebatas menggelar pelatihan bagi petugas sebelum memasuki pelaksanaan vaksinasi ternak. “Sebelumnya sudah ada sosialisasi dan pelatihan petugas vaksinasi. Nanti dapatnya berapa ya tergantung kebijakan pusat,” jelasnya.

Sementara anggota DPRD Kebumen Suprijanto mendorong, dinas untuk proaktif mencari kuota vaksin ternak dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah provinsi maupun pusat. Hal tersebut dinilai penting sebagai bentuk keseriusan dan gerak cepat pemerintah dalam menanggulangi wabah PMK. “Lobi-lobi juga penting, jangan keduluan daerah lain karena Kebumen sudah darurat,” ucapnya.

Suprijanto meminta, jika nantinya vaksin telah tiba di Kebumen dinas lebih memprioritaskan ternak yang berada di daerah zona merah dan kuning. Langkah ini untuk menekan penyebaran virus pemicu PMK yang kini semakin merebak. “Petakan mana yang memang harus didahulukan. Saran saya sih fokus di zona merah dulu,” imbuhnya. (fid/pra/er)

Lainnya