Menikah di Bawah 19 Tahun Akan Dikesampingkan

Menikah di Bawah 19 Tahun Akan Dikesampingkan
SOSIALISASI: Kepala Kantor Kemenag Purworejo Fatkhur Rochman saat berikan sosialisasi terkait pernikahan diusia dini Senin (20/6). (Istimewa)

RADAR PURWOREJO – Pernikahan anak usia dini atau usia di bawah umur di Kabupaten Purworejo masih terjadi. Anak muda tidak boleh menikah di usia terlalu muda, harus di usia matang.

Berdasarkan data, di Kabupaten Purworejo pada 2019 terdapat 137 kasus pernikahan anak. Di 2020 naik menjadi 360 dan di 2021 terdapat 279 kasus. Sedang, di 2022 ini di Januari saja sudah sekitar 23 kasus pernikahan anak.

Kepala Kantor Kemenag Purworejo Fatkhur Rochman menekankan, pada para penyuluh KUA untuk bisa memberikan penyuluhan dan memberikan sosialisasi terkait usia pernikahan matang. “Kami menekankan kalau ada yang akan menikah di bawah umur 19 tahun agar dikesampingkan terlebih dahulu,” ungkapnya Senin (20/6).

Bahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan pengadilan agama untuk tidak menerima permohonan menikah di bawah usia yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Agama atau undang-undang. Kecuali, ada unsur yang mendesak.”Sudah jelas disebutkan di UU Nomor 16/2019 pasal 7 ayat 1, bahwa perkawinan itu diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun,” tegasnya.

Sementara, Penyuluhan Kesehatan Dinas Kesehatan Purworejo (Dinkes) Endah Setyaningsih mengatakan, berdasarkan survei dari katadata.go.id selama pandemi pernikahan anak meningkat sekitar 34 ribu permohonan dispensasi nikah dan 97 persennya disetujui. Padahal, dari segi kesehatan, perempuan dan laki-laki memiliki masa reproduksinya. “Kalau laki-laki sepanjang hidupnya dapat bereproduksi. Tetapi, kalau perempuan ada masa reproduksi sehat yaitu 20-35 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, organ reproduksi perempuan belum siap jika pernikahan dilakukan terlalu dini. Risikonya, jika berhubungan seksual bisa terkena kanker rahim dan penyakit menular seksual, dapat meningkatkan kesakitan atau kematian ibu dan anak, hingga masalah stunting.

Secara fisik,kata dia, seseorang harus menikah di usia reproduksi yang sehat pada 20-35 tahun. Karena di usia lebih dari 35 tahun, khususnya wanita, juga sudah harus dipikirkan untuk tidak hamil lagi. “Mentalnya juga harus siap, kalau sudah lebih dari 19 tahun biasanya cara menyelesaikan masalahnya juga akan berbeda dengan usia di bawahnya,” pesan Endah. (han/pra)

Lainnya