Di wilayah Kaligesing menjadi pengembangan di Jawa Tengah. Karena Belanda juga mendatangkan juga di Jawa Timur dan Jawa Barat. Seperti halnya dua desa di Purworejo, kambing yang ada di Jatim dan Jabar itu juga punah.

“Di Pandanrejo ini masyarakat melakukan kawin silang dengan kambing bligon yang memiliki postur lebih besar. Jadi sebenarnya tidak semuanya langsung berbulu putih dengan kombinasi warna bulu kepala hitam,” ungkapnya.

Di Pandanrejo selama ini memiliki pasar khusus kambing kaligesing yang digelar setiap hari Sabtu. Orang menyebut pasar itu dengan Pasar Seton. Pasar ini menjadi pasaran kambing kaligesing berskala nasional. Tidak hanya didatangi pembeli dan penjual lokal saja, tapi sudah merambah ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Untuk menjaga kelestarian kambing itu, pemerintah desa tetap memegang kebijakan yang pernah dicetuskan Bupati Purworejo Gurnito ketika itu, dimana memiliki jargon 1 KK memiliki 2 kambing. “Jadi katakan di sini ada 1.000 KK, otomatis ada 2.000 kambing,” jelas Supandi. (udi/laz)