ASN Wajib Larisi Purworejo

ASN Wajib Larisi Purworejo
KOMPLET: Showroom di Rest Area Daendels Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, menawarkan berbagai makanan olahan dan produk kerajinan. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Kondisi perekonomian di Kabupaten Purworejo sempat terpuruk karena adanya pandemi Covid-19. Untuk memperbaiki hal itu, Bupati Purworejo luncurkan program Larisi Purworejo.

“Dengan program itu masyarakat bisa mengembangkan produksi yang dipasarkan melalui bumdes (badan usaha milik desa), pasar, maupun sentra-sentra UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)” ujar Bupati Purworejo Agus Bastian Jumat (16/4).

Di sisi lain, dengan program tersebut masyarakat dan ASN diminta untuk membeli produk lokal Kabupaten Purworejo. “ASN sudah saya wajibkan untuk membeli beras Purworejo dan batik Purworejo. Seperti, rapat-rapat atau event tertentu harus menggunakan jamuan lokal Purworejo,” terang Bastian.

Langkah ini dimaksudkan agar UMKM di Kabupaten Purworejo lebih berkembang. Masyarakat lebih mencintai produknya sendiri.

Selain itu, untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Purworejo ke depan yakni Purworejo Berdaya Saing Tahun 2025. “Terutama daya saing ekonomi dengan tagline Tresno Purworejo Larisi Purworejo,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo Nurhadi Trionggo mengatakan, selama pandemi Covid-19 para pelaku usaha di Kabupaten Purworejo mengalami penurunan omzet. Terutama UMKM.

“Menurut data melalui responden, yang kami lakukan melalui aplikasi pada awal-awal pandemi lalu kami, ambil sampling. Dari hampir 2.449 responden menyatakan penurunan omzet sebesar 58,9 persen. Kemudian, penurunan tenaga kerja sebanyak 23,8 persen, penurunan aset sebanyak 8 persen, dan penambahan piutang sebanyak 2 persen,” katanya saat ditemui Radar Purworejo. (han/amd)

Lainnya