Tak Perlu Adu Cepat Aktivasi Token, Seleksi PPDB SMA/SMK di DIJ Mulai Hari Ini 

Tak Perlu Adu Cepat Aktivasi Token, Seleksi PPDB SMA/SMK di DIJ Mulai Hari Ini 
CARI IFORMASI: Orangtua calon siswa SMP di wilayah Kota Jogja mencari informasi terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP, di Kantor Disdikpora Kota Jogja, Rabu (14/6/23).(GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

RADAR PURWOREJO – Proses aktivasi token dan PIN untuk seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 jenjang SMA/SMK di DIJ dilakukan mulai hari ini (15/6). Orang tua wali pendaftar diimbau tidak saling adu cepat mendapatkan nomor token pendaftaran. Sebab waktu aktivasi token tidak mempengaruhi proses seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya mengatakan tahapan seleksi PPDB secara online mulai 23 Juni 2023 mendatang. Proses ini akan diawali dengan aktivasi token dan PIN untuk pendaftaran secara online yang berlangsung pada 15 hingga 17 Juni 2023.

Dalam tahap ini, dia mengimbau, orang tua tidak perlu saling adu cepat untuk mendapatkan nomor token pendaftaran PPDB tersebut. Sebab, waktu aktivasi token tidak mempengaruhi proses seleksi. “Artinya kalau ambil token tidak harus duluan, mengambil belakang juga enggak masalah,” katanya dihubungi Rabu (14/6/23).

Baca Juga: Ratusan Ortu Casis Geruduk Dindikpora, Kesulitan Mengakses Sistem Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi

Didik menjelaskan pengambilan token dan PIN sejatinya bisa diambil dimanapun selagi ada jaringa. Namun, Disdikpora tetap membuka posko pelayanan untuk memudahkan orang tua jika mengalami kendala ketika melakukan pendaftaran. “Tentunya kita di kantor juga buka posko ya pelayanan tapi pada prinsipnya pengambilan bisa di mana saja asal ada jaringan,” ujarnya.

Saat ini tercatat sudah ada calon peserta didik yang mengadu langsung ke posko pelayanan. Calon peserta didik banyak yang mengeluhkan nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak dapat diverifikasi oleh situs PPDB. Meski demikian, laporan itu dapat segera tertangani seluruhnya. “Yang banyak masuk permasalahan NIK dan tempat tinggal. Ada yang datanya belum kelihatan,” jelasnya.

Didik menyebut, calon peserta didik harus berdomisili di alamat pada KK yang diterbitkan paling tidak satu tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB terakhir. Jika kurang dari setahun, data calon peserta didik tidak akan dapat diverifikasi. “Paling banyak pindahnya belum pada belum setahun mereka kok tidak muncul, kita ya agak susah karena batasannya minimal satu tahun,” tambahnya.

Baca Juga: Pendaftar Membeludak, Server sempat Down Di Hari Pertama PPDB Jenjang RTO SD Kota Jogja

PPDB Tingkat SMP di Kota Jogja

Sedang untuk PPDB tingkat SMP di Kota Jogja, mulai masuk untuk jalur disabilitas. Kasubag TU unit pelaksana teknis (UPT) Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Resource Center Kota Jogja Dian Yunila mengatakan proses pendaftaran ini sudah di mulai sejak Senin sampai Jumat (13-16/6). “Hanya untuk penduduk kota, memiliki assesmen dari UPT, mempunyai surat keterangan dokter kalau yang disabilitas fisik,” ujarnya di Kantor UPT Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Resource Center Kota Jogja.

Untuk proses pendaftaran berbeda dengan jalur yang lain. Jalur afirmasi disabilitas ini proses pendaftarannya dengan cara ofline. “Orang tua didampingi oleh guru pendamping khusus (GPK) dari sekolah dan anaknya ikut ke UPT,” jelasnya

Menurut Dian, mengapa anak atau calon siswa harus ikut dating, untuk memastikan anak tersebut mau sekolah di sekolahan yang sudah dipilih. “Juga mengantisipasi agar anak itu tidak mogok di tengah jalan saat sekolah,” jelasnya. Untuk pemilihan sekolah diberikan dua pilihan. Itu juga melihat jarak. “Kami selalu menyarankan jaraknya yang paling dekat dari rumah,” tambahnya.

Baca Juga: PPDB SMP Dibuka 12 Juni, Jalur Afirmasi Dijadwalkan Paling Awal

Jalur afirmasi disabilitas ini mempunyai kouta PPDB SMP sebanyak 173 kursi. Atau lima persen dari total kursi di 16 SMP negeri di Kota Jogja.  Salah satu orang tua siswa yang mendaftar PPDB jalur affirmasi disabilitas Nofita Ujianti menyebut, pendaftaran afirmasi disabilitas dengan sistem offline ini sangat memudahkannya untuk mendaftarkan anaknya. Sebab jalur itu tidak tergantung pada nilai ASPD. “Jadi masih ada peluang dan harapan buat kami,” tandasnya.

Pada saat bersamaan, di Kantor Dindikpora Kota Jogja juga mulai didatangi warga pemilik kartu menuju sejahtera (KMS). PPDB jalur afirmasi KMS Kota Jogja hanya bisa diakses oleh calon siswa SMP oleh warga kota jogja saja.

Baca Juga: Pastikan Tampung Lulusan SD, Disdik Sleman Siapkan 4 Jalur PPDB SMP

Kepala UPT JPD Kota Jogja Mannarima mengatakan, ada 770 siswa yang mendapat jaminan pendidikan di kelas 6 SD. Tapi yang akan diterima di jalur afirmasi KMS hanya sekitar 381 siswa. Mannarima menuturkan, untuk calon siswa SMP yang ngi mendaftar lewat jalur KMS ini wajib mempunyai kartu KMS. “Masalahnya di tahun ini ada peserta didik yang tidak tercantum dalam KMS. Orang tuanya tercantum namun anaknya tidak tercantum,” terangnya.

Mannarima membeberkan siswa yang berhak mendapat bantuan jaminan pendidikan itu hanya siswa yang terdaftar kartu KMS. “Untuk akses PPDB minimal salah satu anggota keluarga tercantum dalam KMS di KK boleh mengakses jalur afirmasi KMS,” bebernya. (cr2/wia/pra/sat)

Lainnya