Terdampak Kemarau Panjang, Tujuh KK di Tegalrejo Gunakan Air Keruh

Terdampak Kemarau Panjang, Tujuh KK di Tegalrejo Gunakan Air Keruh
KERUH - Warga Padukuhan Ngipik Rt 01, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari terlihat menimba air dari dalam sumur wilayah terdekat Senin (9/10).GUNAWAN/RADAR JOGJA

RADAR PURWOREJO – Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) di Padukuhan Ngipik Rt 01, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari terdampak kemarau panjang. Tinggal di lereng bukit, menyulitkan mereka untuk mendapatkan air bersih.

Seorang warga Ngipik, Hariyanti mengatakan, bersama dengan tetangga, mereka perlu perjuangan untuk mendapat air dari sumber air terdekat. Paling dekat, sebuah sumur yang ditinggal pergi pemiliknya karena pindah rumah ke Klaten, Jawa Tengah ditempuh dengan jalan kaki jalan ekstrem.”Sudah lama, semenjak saya lahir sudah ada (sumur). Sumurnya boleh digunakan warga,” kata Hariyanti.

Hanya diakui, kondisi air sumur tersebut keruh dan jika dimasak muncul bau tanah. Itu pun air dari dalam sumur sebelum dimasak diendapkan terlebih dahulu.”Air yang ada ini digunakan untuk mandi, makan dan minum,” ujarnya.

Baca Juga: Terdampak Kemarau Panjang, 7 KK di Tegalrejo Gunungkidul Terpaksa Gunakan Air Keruh

Kata dia, sebenarnya ada sumber air lebih jernih tapi menuju ke lokasi perlu waktu sekitar satu jam dengan kondisi jalan ekstrem. Selama ini pihaknya belum pernah membeli air karena pertimbangan ekonomi.”Kalau musim penghujan, bak penampungan kami bisa menampung air dan digunakan sehari-hari,” ucapnya dan menyampaikan bahwa instalasi berupa meteran air yang terpasang lama tidak berfungsi.

Dia bersama warga lainnya memprediksi air dalam sumur hanya mampu bertahan tidak sampai satu bulan. Jika nanti habis mereka terpaksa mengambil sumber yang lebih jauh.
Ketua RT 01 Ngipik, Tegalrejo, Gedangsari, Suranto mengatakan, sumur tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari 22 jiwa. Diakui kondisi air dalam sumur tidak jernih.”Kondisi air seputih susu, mengambil pagi, sorenya baru digunakan,” kata Suranto.

Menurutnya, sumur itu paling dekat dengan rumah warga. Dulu pernah ada instalasi PDAM tapi belum berfungsi optimal. Mesinnya tidak kuat memasok air sampi ke rumah penduduk.”Mungkin karena di sini titik tertinggi ya,” jelasnya.

Baca Juga: Tetap Fit di Musim Kemarau, Tubuh Perlu Memperbanyak Minum Air Putih

Lurah Tegalrejo Sarjono mengatakan, upaya memberi kemudahan air bagi warga terus dilakukan. Saat sekarang sedang diupayakan pengeboran air dengan kedalaman 120 meter.”Jika pengeboran mudah-mudahan air bisa sampai ke atas,” kata Sarjono.
Lebih jauh dikatakan, tahun ini ada bantuan sumur bor di 8 titik. Hingga sekarang total sudah ada puluhan titik di bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Sekarang tidak ada yang membeli air bersih dari tangki swasta. “Untuk droping air kami tidak meminta bantuan, kami ingin warga mandiri,” ujarnya. (gun/din)

Lainnya