Berdayakan Pedagang, Penyaluran Bansos Dipusatkan di Pasar

Berdayakan Pedagang, Penyaluran Bansos Dipusatkan di Pasar
MENINJAU: Penyaluran bantuan sosial (bansos) bantuan pangan non tunai (BPNT) di komplek Pasar Dorowati disaksikan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Selasa (22/2). (Istimewa)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menerapkan distribusi bantuan sosial (bansos) non tunai di komplek pasar. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pasar tradisional.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, dengan distribusi bansos non tunai di komplek pasar diharapkan bisa mendekatkan penerima manfaat untuk langsung membelanjakan barang sesuai kebutuhan. “Harapannya masyarakat yang menerima bisa langsung belanja di pasar tersebut. Jadi pasar bisa semakin ramai, ekonomi kerakyataan semakin tumbuh,” kata Arif saat peresmian Pasar Dorowati, Selasa (22/2).

Arif menjelaskan, sesuai petunjuk pemerintah pusat, bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) kini tak lagi diberikan melalui e-warong. Melainkan diberikan secara tunai kepada penerima manfaat. Dalam proses penyaluran, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia sebagai instansi penyalur. “Bantuan sekarang tidak lagi dalam wujud sembako, tapi uang tunai. Pembagiannya nanti akan kami pusatkan di pasar-pasar tradisional,” ucapnya.

Ia ingin momentum tersebut juga dirasakan dampak positifnya langsung oleh pedagang pasar. Tujuannya tentu agar bisa menghidupkan pasar. Pada tahap awal, di Kebumen ada sekitar 60.700 penerima manfaat bansos non tunai. Setiap bulan para penerima manfaat akan memperoleh bantuan non tunai sebesar Rp 200 ribu. Bantuan tersebut diberikan per tiga bulan sekali, sehingga total mereka mendapat Rp 600 ribu. “Tadinya disalurkan melalui e-warung sekarang diberikan secara tunai. Untuk itu bansos sembako kami arahkan penyalurannya di pasar,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Pasar Dorowati diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Kunjungan kerja Kedua menteri tersebut merupakan kali kedua di Kebumen. Setelah sebelumnya meresmikan sentra pengolahan beras terpadu (SPBT) di Kutowinangun pada pertengahan 2021 silam.

Mendag Lutfi mengatakan, keberadaan pasar tradisional perlu diperbanyak di tingkat desa. Ini sebagai penunjang memperkuat ekonomi kerakyataan. Seiring dengan itu maka pasar tradisional harus mampu menjawab tantangan zaman dengan terus berinovasi. “Jadi saya harap pasar ini bukan hanya menjadi solusi hari ini, tapi juga menjadi solusi di masa yang akan datang dengan permasalahan-permasalahan global,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan, BUMN sebagai wadah usaha milik pemerintah siap memberikan dukungan dari sektor permodalan kepada para pedagang pasar. Dukungan itu agar pedagang lebih leluasa melebarkan sayap usaha. “Saya sudah meminta kepada BRI, pedagang pasar ini dibantu dengan pembiayaan yang murah,” ucapnya.

Diketahui, Pasar Dorowati dibangun selama kurang lebih lima bulan. Terdapat 266 los dan 52 kios di pasar ini. Jumlah tersebut lebih banyak dari sebelumnya. Mereka yang menempati pasar ini merupakan pedagang lama, dan sebagian lagi diisi oleh pedagang baru karena jumlah kios dan los bertambah. (fid/pra)

Lainnya