Penggunaan Pengeras Suara Sudah Sesuai Aturan

Penggunaan Pengeras Suara Sudah Sesuai Aturan
UNTUK SYIAR: Salah satu masjid yang memasang alat pengeras suara untuk mengumandangkan adzan panggilan salat kepada para jamaahnya. JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran (SE) yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.  SE tersebut tujuannya untuk memastikan penggunaan pengeras suara tidak menimbulkan potensi gangguan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan antarmasyarakat. Di Kabupaten Purworejo penggunaan pengeras suara saat azan sudah sesuai aturan.
Salah seorang takmir Masjid Al Furqon Donorejo, Kaligesing Masrukhin mengatakan, pihaknya tidak akan menganggap hal tersebut sebagai sebuah larangan untuk mengumandangkan azan. Melainkan, aturan agar masyarakat dapat lebih toleransi terhadap sesama. Sebab,  memang kita hidup berdampingan dengan agama lain, sehingga perlu saling pengertian. Dengan begitu akan tercipta keharmonisan bermasyarakat. “Selama ini Alhamdulillah di wilayah kami tidak ada protes ataupun aduan terkait toa masjid. Semoga kabar ini tidak menjadi penyulut wilayah yang sudah damai,” sebutnya.
Kepala Kemenag Purworejo Fatkhur Rochman menjelaskan,  sudah menindaklanjuti SE tersebut dan sudah merapatkan dengan Majelis Ulama Indonesia  dan Dewan Masjid Indonesia) Kabupaten Purworejo. Intinya imbauan tentang SE Nomor 5/2022 itu  disosialisasikan.Kemenag Purworejo telah meminta para penyuluh agama Islam untuk menyosialisasikan aturan tersebut.”Intinya agar tidak  membuat kegaduhan dan keresahan masyarakat.
Ditegaskannya, pada dasarnya tidak ada larangan untuk azan, tetapi hanya untuk ditertibkan saja. Sebab, di lingkungan masyarakat yang juga diperlukan toleransi. Sehingga, pedoman penggunaan pengeras suara bagi pengelola takmir masjid dan musala perlu dan penting. Adapun beberapa ketentuannya yaitu, pemasangan pengeras suara dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dengan pengeras suara yang difungsikan ke dalam masjid/musala. Sementara, untuk volume pengeras suara juga harus diatur dan sesuai dengan kebutuhan.
Aturan itu  seperti, sebelum azan pembacaan Alquran atau salawat dapat menggunakan pengeras suara luar paling lama sepuluh menit. Pelaksanaan Salat Subuh, zikir, doa, dan kuliah Subuh menggunakan pengeras suara dalam. Saat Salat Dzuhur, Asar, Magrib, dan Isya pembacaan Alquran dan salawat paling lama lima menit, pun setelah azan menggunakan pengeras suara dalam, dan seterusnya.(han/din)

Lainnya