Jaga Keamanan Informasi Data

Jaga Keamanan Informasi Data
PELUNCURAN: Peluncuran Purworejokab-CSIRT yang digelar di Ruang Arahiwang Setda itu dihadiri Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Hasto Prastowo pada Rabu (26/10).

PURWOREJO, Radar Purworejo – Pemkab Purworejo membentuk tim pengamanan siber Diberi nama computer security insident response team Kabupaten Purworejo (Purworejokab-CSIRT). Tugasnya melakukan pengamanan informasi data yang dimiliki.
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyebutkan, Purworejokab-CSIRT merupakan tim atau entitas dalam lingkup Pemkab Purworejo. Tugasnya yang menyediakan layanan dan dukungan kepada organisasi untuk mencegah, mengelola, dan menanggapi insiden keamanan informasi.”Ini menjadi salah satu kontribusi pemerintah daerah dalam menjaga keamanan informasi. Sebab, data dan informasi merupakan aset penting yang harus dijaga dari orang-orang tak bertanggung jawab,” jelasnya Kamis (27/10).
Dia berharap, dengan adanya Purworejokab-CSIRT keamanan informasi di lingkup Pemkab Purworejo dapat semakin terjamin. Menurutnya, berbagai insiden di bidang teknologi informasi memang harus dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Menurut Yuli, masyarakat tak perlu ragu lagi dalam memanfaatkan layanan berbasis elektronik. Dengan begitu, layanan dapat berjalan dengan lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Dia sudah meminta tim Purworejokab-CSIRT untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder terkait. “Sehingga penanganan pengamanan informasi dapat segera terlindungi dengan kuat dan baik,” harapnya.
Sementara, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hasto Prastowo menjelaskan, CSIRT yang telah dibentuk hingga saat ini sudah 95 CSIRT. “Pemerintah provinsi tinggal tiga, Kabupaten Purworejo merupakan kabupaten ke-19 yang telah meluncurkan CSIRT,” ujarnya.
Dikatakan, perkembangan teknologi informatika yang semakin cepat membuat spektrum ancaman menjadi semakin luas.Untuk menghadapi ancaman itu, pihaknya membentuk kekuatan siber dengan salah satu pilihannya membentuk CSIRT sebagai pelaksana dari keamanan siber di Indonesia. “Pada 2022, direncanakan pembentukan 120 CSIRT sebagai salah satu proyek prioritas strategis. Namun, pada 2021 ada penambahan rencana pembentukan CSIRT menjadi 131 CSIRT,” imbuh Hasto. (han/pra)

Lainnya