Denda Pelanggaran Prokes Rp 2,95 Juta

Denda Pelanggaran Prokes Rp 2,95 Juta
TEGAKKAN: Anggota Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo mengecek penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Pasar Hewan Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, kemarin (26/1). (Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo For Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – Sebagian masyarakat masih belum menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) dengan baik dan benar. Hal tersebut terbukti dengan masih adanya pelanggaran prokes.

Pelanggaran ditemukan dalam operasi yang dilaksanakan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo di beberapa lokasi sejak Senin (11/1) dan Selasa (26/1). Selama operasi tersebut, terkumpul denda berupa uang seniai Rp 2,95 juta.

“Dengan penindakkan yang kami lakukan dari Senin (11/1) hingga Selasa (26/1) di beberapa tempat ada sebanyak 136 pelanggar prokes,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo Budi Wibowo saat dikonfirmasi Radar Purworejo kemarin (26/1).

Tercatat ada 64 orang yang melanggar diberikan sanksi sosial. Sanksi sosial tersebut seperti melakukan push-up, melafalkan Pancasila, hingga menyanyikan lagu-lagu nasional.

Ada pula 72 orang yang dikenai sanksi administrasi. Yakni, berupa denda. Jumlah denda yang terkumpul Rp 2,95 juta.

Operasi yang dilakukan merupakan kegiatan penegakan Peraturan Bupati Nomor 80 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Yakni, berupa penerapan disiplin penegakkan hukum terhadap pelanggaran prokes.

“Kami lakukan penegakkan di beberapa pasar di Purworejo seperti Pasar Kaliboto, Pasar Gebang, Pasar Kemiri, Pasar Kutoarjo, Pasar Hewan Pandanrejo Kaligesing, dan juga Pasar Purwodadi,” ujarnya.

Operasi penegakan prokes tak yanya menyasar pasar-pasar. Operasi mendadak juga ditujukan terhadap para pelaku industri dengan mendatangi sejumlah perusahaan. Di antaranya, Paradis Sepatu, PT Unggulrejo, PT Sinar Abadi Utama, PT Indotama Omicron Kahar, dan PT Bagelen Raharja Sejahtera. Selain itu, PT Sung Shim Internasional, PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Ragam Usaha Prima Mandiri, dan PT Anugrah Karya Trisakti. (udi/amd)

Lainnya