Rakyat Sangat Sakit, Jangan Warna-warni

Rakyat Sangat Sakit, Jangan Warna-warni
POLEMIK: Monumen Perjuangan yang terletak di Jl Brigjend Katamso Kabupaten Purworejo kemarin (28/1). (Budi agung/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo (KMPP) Tri Joko Pranoto berharap DPRD Kabupaten Purworejo bisa mengambil langkah tegas mengenai penempatan lambang negara Garuda Pancasila yang kurang tepat dalam renovasi Monumen Perjuangan. Dia sangat berharap para wakil rakyat bisa memuaskan harapan dari masyarakat.

“Ada hal ini, terus terang, sebagai rakyat saya sangat sakit. Dan, siap berjuang untuk Purworejo,” kata Tri Joko dalam audiensi membahas Monumen Perjuangan di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo kemarin (28/1).

Sedangkan Soekoso DM dari DHC 45 menyatakan keberadaan monumen di tempat tersebut sebenarnya diarahkan untuk memotivasi semangat masyarakat yang sudah ditunjukkan para pejuang bangsa. Keberadaan monumen itu juga sebagai pengatur lalu lintas karena berada di persimpangan menuju ke arah Jogjakarta atau Kutoarjo-Kebumen dari arah.

“Kami juga menyoroti, kalau memang diarahkan sebagai monumen, ada sebuah ketegasan juga. Sebaiknya pewarnaannya juga jangan berwarna-warni. Lebih baik pakai yang gelap sehingga ketegasan itu terlihat,” kata Soekoso.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo menegaskan semua pihak sudah sepakat adanya penempatan kembali lambang negara Garuda Pancasila ke posisi semula. Penegasannya ini merujuk pada hasil audiensi tersebut.

Tunaryo mengaku memberikan dukungan penuh agar pengembalian patung Garuda Pancasila diselesaikan dengan baik. “Secara garis besar tentang polemik ini, kita semua sudah sepakat agar dikembalikan. Ini jadi konsumsi publik dan meminta hal yang sama. Maka, sebaiknya ini segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hiduppaten Purworejo Al Bambang Setiyawan, saat dikonfirmasi, menyatakan penggantian patung Garuda pancasila menjadi patung siswa sekolah dasar dilakukan menggunakan anggaran pemeliharaan periode 2020. Terkait besaran anggaran, dia tidak dapat menyebut secara rinci. Sebab, anggarannya menjadi kesatuan dengan anggaran pemeliharaan taman kota se-Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, pembangunan patung-patung baru yang serupa dengan Monumen Perjuangan TP yang berada di sebelah selatannya menggunakan anggaran corporate social responsibility (CSR/tanggung jawab sosial perusahaan). CSR tersebut dari Bank Purworejo.

Terlepas dari hal tersebut, Al Bambang menyatakan, dinas lingkungan hidup siap menindaklanjuti rekomendasi DPRD Kabupaten Purworejo. Tindak lanjut segera dilaksanakan setelah ada keputusan dan instruksi resmi dari Bupati Purworejo Agus Bastian.

“Nanti kan ada rekomendasi. Nanti kita akan tindak lanjuti setelah itu,” jelas Al Bambang. (udi/amd)

Lainnya