464 Kepala Keluarga Terdampak

464 Kepala Keluarga Terdampak
TERENDAM: Tim SAR gabungan mendistribusikan logistik berupa makanan siap saji kepada warga yang terjebak banjir di Desa Wingkosanggrahan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, dengan menggunakan perahu karet kemarin (10/2). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Bencana alam kembali terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo. Bencana yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (9/2) malam tersebut mengakibatkan banjir, dan longsor, dan pohon tumbang.

Di Kecamatan Pituruh, air Sungai Lesung meluap. Banjir menggenangi permukiman warga di empat dukuh yang masuk wilayah Desa Brengkol. Yakni, Dukuh Sigenuk, Dukuh Keputihan, Dukuh Kliwonan, dan Dukuh Kedungringin. Sedikitnya ada 464 kepala keluarga terdampak banjir.

Banjir terparah terjadi di Dukuh Keputihan dan Dukuh Kedungringin. Tinggi genangan air mencapai 1,5 meter.

Kebutuhan logistik untuk pengungsi telah disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo. Termasuk satu toren air bersih kapasitas 1.000 liter.

Pemerintah Desa Brengkol berencana mendirikan dapur umum di balai desa setempat.

“Sejak tadi malam sampai pukul 01.00 (kemarin) kami siaga di Desa Brengkol, Kecamatan Pituruh,” kata Kepala BPBD Kabupaten Purworejo Sutrisno.

Tim search and rescue gabungan melakukan langkah tanggap darurat. Tim terdiri dari jajaran BPBD Kabupaten Purworejo, TNI, Polri, dan relawan.

Selain di Kecamatan Pituruh, banjir juga melanda Desa Wingkosanggrahan di Kecamatan Ngombol. Banjir dipicu luapan Sungai Deres dan Sungai Cluwek atau biasa disebut Sungai Sirending.

Ketinggian air mencapai sekitar lebih satu meter lebih. Sedikitnya 200 kepala keluarga atau 600 jiwa terdampak banjir.

“Kami (BPBD) sudah melakukan assesment, mendata semua kebutuhan warga korban banjir. Perahu dari TNI dan Brimob juga masih stand by di lokasi untuk proses evakuasi warga yang membutuhkan dan mengantisipasi jika terjadi banjir susulan, dapur umum juga sudah didirikan Tagana,” jelasnya.

Menurut Sutrisno, banyaknya aliran sungai besar di Kabupaten Purworejo menjadikan sejumlah wilayah rendah di bagian selatan Kabupaten Purworejo rawan banjir. Selain itu, wilayah selatan sisi barat Kabupaten Purworejo juga terancam banjir akibat luapan sungai yang bermuara di Kecamatan Ngombol dan Kecamatan Grabag.

Sementara itu, banjir di wilayah selatan sisi timur Kabupaten Purworejo biasanya dipicu luapan Sungai Bogowonto. Dampaknya hingga wilayah Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Bagelen.

“Nah, di Ngombol ini, selain Desa Wingkosanggrahan, banjir juga melanda Desa Wingko Sigromulyo dan Desa Wingko Mulyo. Sementara di sisi baratnya juga terjadi banjir di Desa Tlepok Kulon, Kecamatan Grabag. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Ratusan KK terdampak, dan beberapa di antaranya, harus diungsikan,” ujarnnya.

Sutrisno menjelaskan, bencana berupa tanah longsor juga melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo. Di antaranya, di Kecamatan Pituruh.

Longsor menerjang bagian belakang rumah milik Ngadimin, warga Desa Kaligondang RT 01 RW 01, Kecamatan Pituruh. Bagian dapur dan kamar mandi juga rusak. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Tanah longsor juga terjadi di Dusun Kotesan RT 04 RW 02, Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen. Material tanah menutup akses jalan desa arah Dukuh Tepus, Desa Somorejo. Tanah longsor dan pohon tumbang sempat menutup ruas jalan penghubung Desa Durensari dan Desa Hargorojo di Kecamatan Bagelen.

“Selain banjir dan longsor, angin kencang juga menyebabkan musibah pohon tumbang menerjang rumah Marmo, warga Dusun Sepathi RT 03 RW 02 Desa Sawangan, Kecamatan Pituruh. Kemudian di Dusun Bapangan RT 03 RW 03, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, pohon kluwih besar juga tumbang menimpa rumah,” ucapnya.

Komandan Kodim 0708/Purworejo Letkol Infanteri Lukman Hakim mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan langkah penanganan bencana jauh hari sebelumnya. Ini mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Purworejo.

Tim penyelamatan dilengkapi dengan alat LCR langsung. Mereka langsung turun ke lapangan ketika terjadi bencana.

“Di Desa Wingkoaanggrahan, kami prioritaskan evakuasi untuk lansia, perempuan, dan anak-anak. Kami juga berkoordinasi dengan instansi lain dalam bertindak termasuk mendirikan dapur umum,” ungkapnya.

Ditegaskan, banjir di wilayah Kecamatan Ngombol bukan kali pertama terjadi. Banjir terhadi hampir setiap musim penghujan. Sebab, Kecamatan Ngombol menjadi salah satu wilayah yang cukup rawan banjir.

“Kami lakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dengan melakukan pendistribusian makanan yang di masak di dapur umum. Selain itu, juga membagikan paket sembako untuk untuk stok selama tidak beraktifitas selama banjir,” tegasnya.

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito menambahkan, sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci melakukan langkah cepat tanggap darurat bencana. Sebab, warga yang terdampak bencana dan harus dibantu cukup banyak.

Polres Purworejo menerjunkan personel sebanyak dua peleton. Selain itu, ada pula satu peleton Brimob berikut peralatan evakuasi.

“Kami membantu melakukan evakuasi korban dan droping makanan, menyiapkan perahu karet sesuai dengan kebutuhan. Mengingat masih pandemi Covid-19, kami juga tekankan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan penangan Covid-19,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya