Ingin SDM Kompetitif

Ingin SDM Kompetitif
PUSAT KOMANDO: Bupati Purworejo Agus Bastian dalam acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 yang digelar secara daring dari Command Center Purworejo Senin (29/3). (PEMKAB PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Bupati Purworejo Agus Bastian menginginkan Kabupaten Purworejo mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif. Yakni, keunggulan di bidang sumber daya manusia (SDM), pertanian, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, hingga infrastruktur.

“Itu sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Purworejo adalah Purworejo Berdaya Saing Tahun 2025,” tegasnya dalam acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2026 yang digelar secara daring dari Command Center Purworejo Senin (29/3).

Bastian menegaskan memiliki lima program pembangunan untuk mewujudkan visi tersebut. Yakni, Panca Daya Saing. Salah satunya yaitu meningkatkan daya saing SDM yang unggul dalam mengedepankan kompetensi keahlian dan keilmuan yang berbasis pada religiusitas masyarakat.

“Di antaranya, dengan peningkatan kualitas pendidikan, penuntasan regrouping SD tanpa ada ekses, pembenahan sarana prasarana pendidikan SD maupun SMP. Kemudian, pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan pasar dan kekinian. Pun, pemenuhan akses pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan pada seribu hari kehidupan pertama atau usia emas (golden age),” ujar dia.

Misi kedua adalah meningkatkan daya saing sektor pertanian yang sinergi dengan pengembangan UMKM, perdagangan, dan industri. “Yakni, dengan peningkatan kualitas produk pertanian dan produktivitas pertanian, modernisasi alat alat pertanian. Peningkatan kualitas dan kuantitas komoditas unggulan Purworejo agar mampu bersaing dengan produk daerah lain,” sambung Bastian.

Misi ketiga yaitu meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi daerah berbasis UMKM, perdagangan, industry, serta potensi pariwisata dan seni budaya. Program unggulannya yakni peningkatan kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan UMKM. ”Melalui program Tresno Purworejo Larisi Purworejo, ASN agar menggunakan beras premium dan produk lokal Purworejo,” tegas dia.

Selain itu, meningkatkan investasi, pelayanan yang cepat, tepat dan transparan didukung Mall Pelayanan Publik (MPP) yang representatif. Menjadikan pariwisata pantai Dewa Ruci sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Pun, mengoptimalisasikan pasar Purworejo sebagai magnet pertumbuhan ekonomi dan revitalisasi pasar daerah.

Selanjutnya, meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Program unggulan dalam misi tersebut yaitu pelatihan kompetensi bagi aparatur sipil Negara (ASN) agar profesional dan berdaya guna.

“Optimalisasi kanal aplikasi PORJO dan forum Critical Voice Point untuk menerima kritik, saran, dan masukan, tetap dilakukan guna perbaikan tata kelola pemerintahan Kabupaten Purworejo,” papar Bastian.

Kelima terkait infrastruktur. Yaitu, meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi. Dengan penyediaan akses infrastruktur dasar yang aman, layak, dan sehat.

Bastian juga menekankan pentingnya akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar air minum, kebutuhan dasar sanitasi, jalan, persampahan dan perumahan, serta telekomunikasi dan informasi yang tercukupi. Juga, mewujudkan perkotaan Purworejo dan Kutoarjo lebih indah, menarik, dan nyaman.

Dengan begitu, ungkapnya, dapat menjadi magnet bagi pengembangan urban dan desa-desa di sekitarnya. Selain itu, dapat memiliki daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

”Semua desa juga akan dapat terjangkau teknologi informasi atau internet sehingga terwujud smart village. Harapannya visi, misi, dan program unggulan ini dapat terwujud,” harap dia. (han/amd)

Optimalkan Pemanfaatan Aplikasi PORJO

Bupati Purworejo Agus Bastian berharap optimalisasi aplikasi PORJO (Pengaduan Online Rakyat Purworejo). Aplikasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat menyampaikan kritik, kritik, saran, dan masukan kepada Pemkab Purworejo.

Langkah ini merupakan slah satu bagian misi Panca Daya Saing yang dicanangkan bupati. Salah satu langkahnya yakni meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Hal itu guna mewujudkan menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance). Tujuannya agar masyarakat dapat terlayani dengan optimal.

“Optimalisasi kanal aplikasi PORJO dan forum Critical Voice Point untuk menerima kritik, saran, dan masukan tetap dilakukan guna perbaikan tata kelola pemerintahan Kabupaten Purworejo,” kata Bastian dalam acara Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Purworejo Tahun 2021-2026 yang digelar secara daring dari Command Center Purworejo Senin (29/3).

Masukan dari masyarakat perlu untuk memajukan pembangunan daerah. Terlebih, aplikasi PORJO mulai dimanfaatkan masyarakat pada awal 2019 lalu.
Aplikasi tersebut dibuat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purworejo. Atas kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Menurut pantauan Radar Purworejo, aplikasi tersebut telah diunduh oleh lebih dari seribu pengguna. Untuk masuk ke aplikasi tersebut, pengguna harus mendaftar terlebih dahulu dengan memasukkan e-mail, nomor induk kependudukan (NIK), dan data pribadi.

Masyarakat diharapkan dapat memberikan saran, masukan, maupun aduan yang ditujukan kepada Pemkab Purworejo melalui aplikasi ini. Aduan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait sesuai permasalahan yang diadukan.

Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purworejo juga menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan saran, masukan, ataupun pendapat dari masyarakat untuk kepentingan kemajuan Kabupaten Purworejo. Terutama dalam hal pembangunan.

Bappeda menggunakan tagar Purworejo2025 (#purworejo2025) untuk menampung semua tanggapan dari masyarakat. “Masyarakat Purworejo di mana pun tempatnya, dapat ikut andil dalam pembangunan di Purworejo.

Yakni, dengan menuliskan saran di media sosial kemudian menyematkan tagar Purworejo2025,” ujar Kepala Bidang Ekonomi dan Pengembangan Wilayah Bappeda Purworejo Anggit Wahyu Nugroho beberapa waktu lalu.

Anggit mengharapkan, kanal tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh dinas-dinas. Yakni, dapat menangkap aspirasi dan membantu pemerintah dalam melihat apa yang diinginkan masyarakat.

“Dengan begitu, masukan itu bisa ditampung dan dapat menjadi bahan perencanaan pun penyusunan renjanya (rencana kerja),” kata dia. (han/amd)

Lainnya