Aktif Wujudkan SDM Berdaya Saing

Aktif Wujudkan SDM Berdaya Saing
KOMITMEN: Bupati Purworejo Agus Bastian menghadiri pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Purworejo Periode Muktamar XVII di Pendapa Kabupaten Purworejo kemarin (1/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pemuda Muhammadiyah diminta mempersiapkan diri menyongsong globalisasi yang penuh tantangan. Mereka diharapkan mampu berkontribusi aktif mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.

Penegasan itu disampaikan Bupati Purworejo Agus Bastian saat menghadiri pelantikan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Purworejo Periode Muktamar XVII di Pendapa Kabupaten Purworejo kemarin (1/4). “Saya ucapkan selamat kepada pengurus terlantik. Semoga kepengurusan yang baru ini bisa amanah dan mampu membawa organisasi semakin eksis,” ucapnya.

Dijelaskan, sejarah telah membuktikan pemuda memiliki peran yang sangat strategis dan selalu memberikan kontribusi pada setiap fase-fase historis. Kebangkitan Nasional pada 1908, Sumpah Pemuda pada 1928, Kemerdekaan Indonesia pada 1945, hingga Reformasi pada 1998 semua dimotori kaum muda.

“Sehingga tidaklah berlebihan jika dikatakan masa depan bangsa dan negara ini ada di tangan generasi muda. Pemuda yang akan menjawab tantangan di masa depan dengan berbagai kompleksitasnya,” jelasnya.

Ditegaskan, pemuda adalah aset bangsa yang dibutuhkan sebagai agen perubahan dan generator pembangunan. Pemuda harus bisa membawa kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Meski, tantangan generasi muda dewasa ini cukup berat.

Bastian mnyatakan, pesatnya teknologi informasi berdampak langsung terhadap pola kehidupan generasi muda. “Pelu ada filter. Degradasi moral generasi muda harus diantisipasi,” tegasnya.

Bastian juga menyingung perihal radikalisasi agama dan perilaku intoleransi yang masih muncul dan kerap memicu konflik horizontal sangat berbahaya dalam memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Semuanya harus diwaspadai. Jangan sampai terulang kasus bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini. Sebab, pelakunya ternyata masih tergolong generasi milenial.

“Sebagai organisasi wadahnya kaum muda, maka Pemuda Muhammadiyah juga harus mampu membentengi diri agar tidak terjerumus pada kehidupan yang justru dapat merugikan masa depannya,” paparnya.

Pemuda Muhammadiyah juga harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19). ”Mendorong masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan dan program vaksinasi masal,” ujarnya. (tom/amd)

Lainnya