AHY Ingin Lebih Sering ke Purworejo

AHY Ingin Lebih Sering ke Purworejo
JELANG RAMADAN: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat ziarah ke makam Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo di Kabupaten Purworejo kemarin (4/1). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap kondisi masyarakat bisa semakin baik setelah nantinya pandemi virus korona (Covid-19) berlalu. Dia juga berharap kondisi masyarakat segera pulih.

Dia menyatakan harus mampu keluar dari ancaman serius pandemi yang telah berdampak langsung dengan kesehatan dan ekonomi masyarakat. “Mudah-mudahan kondisi masyarakat kembali pulih. Mari kita ikhtiar bersama agar bisa melalui krisis ini dan melanjutkan cita-cita ke depan,” ungkapnya usai tabur bunga saat ziarah ke makam eyangnya yakni Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo di Kabupaten Purworejo kemarin (4/4).

AHY didampingi Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio, Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Rinto Subekti. Bupati Purworejo Agus Bastian, yang merupakan kader Partai Demokrat, juga ada. Tampak pula Ketua DPC Partai Demokrat Purworejo Yophie Prabowo.

“Sebetulnya saya sudah berencana lama untuk berziarah ke makam Eyang Sarwo Edhie Wibowo dan para leluhur yang dimakamkan di Purworejo ini. Menjelang bulan suci Ramadan ini momentum yang tepat untuk melakukan ziarah seperti ini. Saya mewakili keluarga besar Yudhoyono yang tidak bisa hadir secara langsung,” ucap AHY usai tabur bunga.

AHY mengaku sebetulnya ingin bisa lebih sering bersilaturahmi dengan keluarga, sahabat, dan warga Kabupaten Purworejo. Namun, pandemi virus korona (Covid-19) membuat niatan itu belum memungkinkan dilaksanakan demi tidak memperburuk situasi pandemi.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyampaikan rasa syukur Partai Demokrat makin solid pascaprahara kongres luar biasa (KLB) kubu Moeldoko di Deli Serdang, Sumatera Utara. Kemelut yang sempat terjadi tidak hanya sebagai bentuk ancaman bagi Partai Demokrat. Tapi, juga ancaman demokrasi di Indonesia.

Kendati demikian, tegasnya, banyak hikmah positif pascaprahara tersebut. Salah satunya yakni soliditas Partai Demokrat semakin matang.

“Insyaallah Partai Demokrat semakin solid, semakin kompak, dan semakin semangat. Prahara yang terjadi kemarin tentu bukan hanya ancaman terhadap kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat. Tetapi, juga ancaman serius bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia,” ujarnya.

AHY menegaskan, langkah serius melawan kubu Moeldoko yang menggelar KLB Partai Demokrat di Deli Serdang adalah bentuk perjuangan. Dia bersyukur KLB yang dinilai ilegal tersebut akhirnya ditolak pemerintah.

“Itulah mengapa sejak awal kami juga serius dan penuh dengan keyakinan untuk berjuang melawan ini semua dan alhamdulillah tanggal 31 Maret kemarin telah disampaikan secara resmi oleh pemerintah, permohonan yang diajukan oleh pihak KLB ilegal di Deli Serdang, yang sudah kita ketahui bersama, ditolak karena tidak memenuhi berbagai persyaratan,” tegasnya.

AHY menilai ditolaknya KLB ilegal Deli Serdang tidak hanya menjadi kabar baik bagi Partai Demokrat. Hal itu juga merupakan kabar baik untuk demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, tatanan demokrasi yang benar harus diteguhkan. Nilai-nilai demokrasi yang sesungguhnya harus dikembalikan berdasarkan konstitusi, moral, dan etika politik.

“Itu harapan yang harus dibangun bersama. Mudah-mudahan kami bisa memetik hikmah dari ini semua, Ini pelajaran yang berharga bagi Partai Demokrat dan insyaallah dengan itu semua kami semakin solid,” tegasnya.

Sebelum melakukan ziarah di Kabupaten Purworejo, AHY bersama rombongan melakukan sejumlah rangkaian perjalanan di Jogjakarta. Di antaranya, silaturahmi dengan pimpinan PP Muhammadiyah dan konsolidasi kader Partai Demokrat di Jogjakarta.

Usai ziarah di Kabupaten Purworejo, AHY dan rombongan rencananya melanjutkan perjalanan ke Bandongan untuk bertemu para ketua DPD dan DPC di Jawa Tengah dengan agenda temu kangen dan konsolidasi. (tom/amd)

Lainnya