Dishub Jateng Siapkan Tiga Skenario

Dishub Jateng Siapkan Tiga Skenario
KOORDINASI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan rapat bersama jajarannya terkait pelarangan mudik Lebaran 2021. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan tiga skenario sebagai langkah antisipasi menyusul adanya pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei mendatang.

Diketahui, pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyatakan, ada tiga skenario yang akan dilakukan. “Sekarang ini kami coba antisipasi untuk pelarangan mudik di tahun ini,’’ kata Henggar di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, kemarin (12/4).

Skenario pertama, pra-larangan dari 1 Mei-5 Mei sebagai antisipasi mudik dini. Karena dari data Kementerian Perhubungan akan ada potensi warga melakukan mudik dini. Yaitu sekitar 20 persen. “Ada potensi pemudik Jawa Tengah sekitar 4, 6 juta,” tuturnya.

Menurutnya, akan dilakukan antisipasi dengan melakukan posko mobile. Posko mobile ini bekerja sama dengan instansi terkait, dari kabupaten dan kota, TNI –Polri. “Harapannya seperti yang disampaikan Dirlantas (Dirlantas Polda Jateng), sebelum masa pelarangan ini juga sudah ada pembatasan pergerakan orang yang masuk ke Jawa Tengah,” sambung Henggar.

Skenario kedua terkait orang-orang yang sudah telanjur mudik dengan berbagai cara dan sudah sampai di kampung halaman. Yang akan dilakukan adalah optimalisasi PPKM mikro. “Di Jawa Tengah, kita kenal dengan Jogo Tonggo.

Jadi, itu yang akan melakukan penanganan terhadap orang yang telanjur mudik dan sudah sampai ke kampung halaman,” imbuhnya.

Skenario ketiga akan melakukan operasi pada saat pelarangan. Yakni di titik-titik yang ditentukan oleh kepolisian. Mengingat, hal itu merupakan bentuk sinergi antarberbagai pihak.

Dari catatannya tahun lalu itu, pemudik ke Jawa Tengah yang menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara totalnya sekitar 661 ribu. Jumlah itu berdasarkan mereka yang mudik karena memang dengan berbagai alasan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syafirudin, mengatakan, Polri juga melakukan kegiatan sosialisasi agar masyarakat tak mudik tahun ini. Sebab jika mudik tetap dilakukan akan membahayakan pihak lain. Hal itu untuk memastikan keselamatan bagi pemudik dan orang yang dikunjunginya. “Itu yang paling masif kami kerjakan,” kata Rudy.

Menurutnya, saat pelaksanaan kegiatan, pihaknya akan menempatkan personel di rest area selama 24 jam. Di rest area itu, pihaknya akan mengingatkan masyarakat agar berada di tempat itu hanya 50 persen dari kapasitas. “Tidak boleh lebih supaya penekanan angka Covid19,’’ harap Rudy.

Sedangkan untuk penyekatan, pihaknya menyiagakan 14 pos lokasi penyekatan yang tersebar di Jawa Tengah. Polri akan menyiagakan 198 pospam. Dengan menyiagakan 11.217 personel.(eno/din)

Lainnya