Tertib Lantas, Patuhi Prokes

Tertib Lantas, Patuhi Prokes
APEL SIAGA: Sejumlah peserta mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2021 di Auditorium Polres Purworejo kemarin (13/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purworejo menggelar Operasi Keselamatan Candi 2021 selama 14 hari hingga 25 April 2021 mendatang. Operasi keselamatan lalu lintas ini sebagai upaya preventif sekaligus penindakan bagi pengguna jalan yang melakukan pelanggaran.

Penindakan dilakukan tak hanya terkait pelanggaran aturan lalu lintas (lantas). Penindakan juga bakal diambil atas ketidakpatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19).

“Tindakan diberikan kepada yang melanggar. Saya harapkan tidak ada pelanggaran. Semua tertib kondusif sehingga umat muslim bisa menjalan ibadah dengan lebih khusyuk dan tenang,” tegas Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi 2021 di Auditorium Polres Purworejo kemarin (13/4).

Kapores Rizal menyematkan pita tanda operasi dimulai kepada tiga personel. Mereka dari Satlantas, Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, dan TNI.

Kapolres menegaskan Operasi Keselamatan Candi 2021 dimaksudkan untuk terciptanya kemanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). “Operasi ini digelar untuk mewujudkan kamseltibcarlantas. Sekaligus, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan penerapan disiplin protokol kesehatan. Ini juga bentuk dukungan kebijakan pemerintah terkait tidak adanya mudik lebaran tahun 2021,” ucapnya.

Sebanyak 84 personel akan diterjunkan untuk melakukan prioritas penindakan pada pelanggaran fatal pemicu kecelakaan. Target operasi yakni pengemudi sepeda motor dan kendaraan roda empat di ruas jalan utama. Operasi juga menyasar remaja kebut-kebutan dengan kendaran bermotor dan organisasi kemasyarakatan (ormas). “Juga klub motor yang suka berkerumun dan melawan arus,” tegasnya.

Petugas akan mengambil tindakan tegas. Ini ditujukan kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm standar nasional Indoensia (SNI), main handphone saat mengemudi, tidak mengenakan sabuk pengaman, menggunakan narkoba, parkir liar, serta masyarakat yang tidak taat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Rizal menyebutkan, sejak Januari hingga Maret 2021 tercatat jumlah kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 111 kasus. Sebanyak 18 orang meninggal dunia dan 124 orang mengalami luka ringan. Kerugian material mencapai Rp 51 juta.

Sementara pada 2020, jumlah kasus laka lantas sebanyak 164 kasus. Korban meninggal dunia ada 1 orang dan luka ringan 166 orang. Sedangkan kerugian material sekitar Rp 56 juta.

“Berdasarkan data tersebut, kejadian kecelakaan di Kabupaten Purworejo mengalami tren penurunan sebesar 33 persen,” ucapnya.

Kasat Lantas Polres Purworejo AKP Maryono menyatakan, pihaknya secara masif melaksanakan bimbingan dan penyuluhan tentang kamseltibcarlantas. Pihaknya juga melakukan sosialisasi penerapan prokes dan larangan mudik lebaran.

Menurutnya, tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/E-TLE) juga sudah beroperasi normal. Tilang elektronik ini merupakan implementasi teknologi untuk mencatat pelanggaran-pelanggaran dalam berlalu lintas secara elektronik.

“E-TLE sudah berjalan normal. Ada dua titik di Kutoarjo dan Lengkong,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya