ASN Gelapkan Dua Mobil

ASN Gelapkan Dua Mobil
Grafis: Erwan Tri Cahyo/Radar Purworejo

RADAR PURWOREJO – Aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Pemkab Purworejo melakukan pelanggaran hukum. ASN berinisial R yang merupakan warga Kecamatan Pituruh diduga menggelapkan dua mobil.

Modusnya usaha rental mobil. Kasus ini terungkap ketika ada korban yang melapor ke Polres Purworejo.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agus Budi Yuwono mengatakan, tersangka membuka usaha rental mobil. Setelah itu banyak warga yang menitipkan mobil kepada tersangka untuk direntalkan dengan perjanjian keuntungan.

Sesuai kesepakatan, sewa mobil diberikan setiap bulan kepada pemilik mobil. Namun, pada Desember 2020 hingga Februari 2021 tersangka tidak melakukan pembayaran sewa mobil.

Ternyata, usaha rental ini tak berjalan dengan baik. Mobil yang dititipkan ternyata digelapkan.

Salah seorang korbannya yakni Sumarti, 63. Warga Desa Piji, Kecamatan Bagelen, ini mengadukan kasus tersebut.

Tindak pidana terjadi sekitar pukul 18.00 pada Jumat 25 Desember 2020 lalu. Lokasinya di Dusun Krajan RT 001 RW 002 Desa Piji, Kecamatan Bagelen.

Ada dua mobil yang digelapkan. Yakni, mobil Toyota Avanza nomor polisi AA 8530 HC atas nama Feny Inrianitasari dan Toyota Avanza Veloz dengan nomor polisi AB 1392 AY atas nama Sumarti. Kedua korban merupakan warga Desa Piji.

Polisi mencari tersangka R. Keberadaanya tak diketahu. Nomor handphone-nya tidak aktif.

Petugas memperoleh informasi bahwa dua mobil milik korban sudah digadaikan tersangka kepada orang lain. “Dengan kejadian tersebut, saksi korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp 300 juta dan akhirnya melaporkan ke Polres Purworejo,” kata Agus Budi.

R akhirnya berhasil ditangkap Jumat (5/3). Dia dibekuk sekitar pukul 12.00 di sebuah hotel di Kota Jogjakarta.

R dikenai melakukan tindak pidana penggelapan. “Pasal yang disangkakan terhadap R adalah pasal 372 KUHP. Ancaman pidana penjara maksimal empat tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purworejo Nancy Megawati menegaskan, ASN yang tersangkut masalah hukum akan mendapatkan sanksi tegas. “Benar kasus itu. Surat pemberhentian sementara per 5 April 2021. SK bupati tentang pemberhentian sementara ASN yang ditahan, sudah. Masuk ranah pidana penggelapan,” ucap Nancy.

Ditegaskan, tersangka masih berhak menerima gaji sebanyak 50 persen. Iistri tersangka mengakui usaha rental mobil yang digeluti suaminya semata-mata untuk menambah penghasilan.

“Terkait dengan disiplin PNS, kami tunggu putusan pengadilan negeri yang sah, untuk mengambil tindakan terkait disiplin PNS dari yang bersangkutan,” tegasnya. (tom/amd)

Lainnya