Terpeleset, Nenek Meninggal di Sungai Bogowonto

Terpeleset, Nenek Meninggal di Sungai Bogowonto
EVAKUASI: Proses evakuasi jasad Tuginem di aliran Sungai Bogowonto Dusun Tlepo, Desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, kemarin (15/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Nenek berusia tujuh puluh satu tahun ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Bogowonto, tepatnya Dusun Tlepo, Desa/Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, kemarin (15/4). Diduga, nenek bernama Tuginem tersebut terpeleset hingga jatuh ke sungai.

Jasad nenek itu ditemukan salah satu warga. Tersangkut batu sungai. Warga melaporkan penemuan mayat itu ke perangkat desa dan Polsek Loano. Setelah anggota kepolisian dan tim medis tiba di lokasi, segera dilakukan evakuasi menggunakan karet ban yang biasa dimanfaatkan untuk mencari batu.

“Setelah dicek oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda kekerasan. Jasad nenek lansia tanpa identitas itu kemudian dibawa ke RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo,” kata Kapolsek Loano AKP Sarpan.

Tidak lama berselang, ada warga Dusun Glagah Malang, Desa Maron, Kecamatan Loano, menghubungi polisi. Warga tersebut mengaku sedang mencari anggota keluarganya yang hilang sejak Rabu sore (14/5). “Setelah kami tunjukkan beberapa ciri fisik, mereka meyakini bahwa jasad yang ditemukan di sungai itu adalah keluarganya yang hilang,” jelas Sarpan.

Berdasarkan identitas yang tertera dalam kartu tanda penduduk, terungkap Tuginem merupakan warga Jalan Bekasi Timur VI RT 04 RW 13 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Selama ini dia Tuginem tinggal bersama kerabatnya di Desa Glagah Malang, Kecamatan Loano.

“Berdasarkan keterangan keluarga, nenek Tuginem pergi dari rumah pada Rabu (14/4) sore. Korban pergi tanpa berpamitan dengan pihak keluarga. Diduga terpeleset dan terjatuh ke Sungai Bogowonto. Jenazah telah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan,” ucap Sarpan. (tom/amd)

Lainnya