Kepala Dindikpora Bungkam

Kepala Dindikpora Bungkam
MENUNGGU: Sejumlah awak media menunggu selesainya rapat dengar pendapat BOS afirmasi 2020 yang digelar Komisi IV DPRD Purworejo kemarin (22/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo terkait dugaan penyimpangan bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi berlangsung tertutup kemarin (22/4). Sejumlah awak media yang hendak mengikuti rapat tersebut, tidak diizinkan masuk ke dalam ruang rapat.

Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo mengundang mitra kerjanya yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo. Dipanggil pula perwakilan kepala sekolah.

Kepala sekolah diundang agar dewan dapat mendengar secara langsung apa yang sebetulnya terjadi. Sebab, muncul dugaan ada praktik penyimpangan atau korupsi dalam proses pengadaannya.

Usai rapat, Kepala Dindikpora Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto tak memberikan komentar saat keluar dari ruang rapat. Beberapa kepala sekolah juga memilih bungkam.

“Silakan wawancara dengan DPRD,” ucap Sukmo. Ada sejumlah kepala sekolah tingkah sekolah dasar yang ikut rapat. Di antaranya, kepala sekolah SDN Tridadi, SDN Purbowono, SDN Prapaglor, dan SDN Karanggedang. Mereka enggan memberikan keterangan.

Ketua Komisi IV Rani Sumadyaningrum memilih hal yang sama. Saat keluar dari ruang rapat, dia enggan memberikan peryataan saat dikonfirmasi hasil rapat tertutup. “Silakan tanya saja ke Pak Dullah (RM Abdullah),” ucapnya.

Wakil Ketua Komisi IV RM Abdullah mengungkapkan ada alasan khusus rapat digelar secara tertutup. Pihaknya ingin para kepala sekolah maupun kepala dinas menyampaikan pendapat dengan lebih terbuka.

“Kami ingin mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi. Jika digelar terbuka, kami khawatir justru mereka akan canggung menyampaikan yang sebenarnya terjadi soal apa yang telah ramai di beritakan di media,” ungkapnya. (tom/amd)

Lainnya