Harus Mulai Dibenahi Pariwisata

Harus Mulai Dibenahi Pariwisata
INDAH: Obwis Bukit Seribu Besek dibangun sejak September 2018 lalu dan resmi dibuka pada Mei 2019. Bukit Seribu Besek merupakan wisata alam berbasis pemberdayaan kepada masyarakat. Yang diinisiasi oleh pemuda karang taruna setempat. (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Potensi pariwisata di Kabupaten Purworejo harus mulai dibenahi dan ditata kembali. Sebab, ketika kondisi sudah membaik dan memungkinkan, sektor pariwisata harus sudah siap menerima kunjungan wisatawan.

Pandemi virus korona (Covid-19) sudah berlangsung lebih setahun. Ini  membuat banyak sektor, termasuk pariwisata, tidak mampu berkembang baik.

“Sebenarnya tahun 2020 kita sedang giat-giatnya membangun dunia pariwisata dengan slogan Romansa Purworejo 2020. Namun, pandemi tidak bisa dielakkan,” tegas Bupati PurworejoAgus Bastian saat tarawih keliling (tarling) di Masjid Al-Muslimin, Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kamis malam (22/4).

Agenda tarling rutin ini juga bertujuan memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.Ikut dalam rombongan Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Fatimah Verena Prihastyari, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Sukmo Widi Harwanto, Kabag Kesra Faturohman, Kabag Humas Protokol Rita Purnama, dan perwakilan Baznas Kabupaten Purworejo.

Menurut Bastian, fenomena Keraton Agung Sejagad (KAS) di Desa Pogung Juru Tengah beberapa waktu lalu bisa menjadi pelajaran. Kemunculan KAS mampu menyita perhatian dunia.

Seandainya KAS sejak awal diniatkan sebagai kegiatan budaya, tegas Bastian, barangkali saat ini justru sudah bisa menjadi aset pariwisata. “Semua itu aset. Namun, ketika memiliki niatan lain maka ceritanya menjadi berbeda. Belajar dari itu, masyarakat harus waspada terhadap orang asing yang masuk desa,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak boleh menyerah dalam situasi sulit ini. Harus tetap semangat berjuang memperbaiki semuanya.

Menurutnya, hadirnya proyek-proyek strategis nasional di wilayah Kabupaten Purworejo akan memperluas lingkup daerah kunjungan wisata sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yakni, proyek Bendungan Bener, Badan Otorita Borobudur,dan Bandara Internasional Yogyakarta.

“Agar dapat bersaing dengan daerah lain, maka saat ini harus mampu bertahan dalam situasi pandemi. Pelan namun pasti kondisinya akan pulih. Tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dan terus berjuang,” jelasnya.(tom/amd)

Harapkan Kunjungan Wisatawan Lokal

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo Agung Wibowo menyebutkan objek wisata di Kabupaten Purworejo akan tetap dibuka. Termasuk saat adanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah pusat.

“Pariwisata tetap buka dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” ujarnya kepada Radar Purworejo Senin (19/4).

Agung memprediksi saat libur Hari Raya Idulfitri nanti obwis akan sepi pengunjung. Meskipun, dia tak menampik saat ini kunjungan pariwisata masih dinamis atau berubah-ubah.

Menurutnya, larangan mudik saat lebaran mendatang akan berpengaruh pada dunia pariwisata yakni kunjungan akan menurun. “Kemungkinan turun (kunjungan obwis) karena ada larangan mudik. Kami hanya berharap dari wisatawan lokal saja,” tandas Agung.

Disebutkan, untuk antisipasi dan mempersiapkan libur lebaran akan memperketat prokes 5M di objek wisata. Dinparbud akan mengimbau pengelola obwis untuk menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, menerapkan jaga jarak, memakai masker, hingga memperketat pengawasan, dan sebagainya.

Kabupaten Purworejo memiliki 40 desa wisata dengan 41 objek wisata. Setiap desa wisata dan objek wisata memiliki ciri khas sendiri. (han/amd)

Lainnya