Ada Anarko di Balik Ricuh Wadas

Ada Anarko di Balik Ricuh Wadas
PANAS: Ratusan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo terlibat bentrok dengan aparat Polres Purworejo pada Jumat (23/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Aksi rusuh yang memicu bentrok antara warga dengan aparat di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, disikapi serius jajaran kepolisian. Ada pihak di luar warga desa setempat yang diduga terlibat. Yakni, Anarko.

“Wartawan di lapangan pasti melihat sekaligus bisa membedakan, mana warga Wadas, mana yang bukan warga Wadas. Kita juga bisa lihat siapa yang aktif (menyerang). Berdasarkan hasil analisis, diduga ada keterlibatan kelompok Anarko di balik aksi kemarin. Kami sudah mengantongi data-datanya,” tegas Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dalam konfersnsi pers Sabtu (24/4) petang.

Konferensi pers ini dihadiri Direktur Intel dan Keamanan (Dir Intelkam) Polda Jateng Kombes Djati Wiyoto Abadi dan Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng Haerudin.

Kericuhan yang terjadi di Desa Wadas terkait giat sosialisasi pemasangan patok tambang batuan andesit Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener.
Kapolres menjelaskan, bentrok tersebut mengakibatkan sedikitnya lima anggota Polri terluka. Mereka harus dirawat di rumah sakit.

Kapolres menyayangkan upaya dialog yang sudah dilakukan bersama warga atau perwakilan warga tetap tidak diindahkan. “Usai aksi kemarin, kami amankan sebelas orang dan kami periksa. Pukul 01.00 semua sudah kami pulangkan. Enam orang warga luar Purworejo (Solo, Jogja), kami serahkan pada pengacaranya. Sedangkan lima warga Wadas diantar oleh petugas Polsek Bener,” jelasnya.

Aparat kepolisian masih terus mendalami motif di balik bentrok dan keterlibatan orang-orang dari luar Desa Wadas. Aksi yang semula berjalan damai akhirnya berakhir bentrok.

Polisi juga sudah mulai mengendus orang yang ikut memblokir jalan di Desa Wadas sama dengan pendemo yang menentang omnibus law. Kelompok Anarko diduga ada di balik aksi tersebut. “Saya berharap, masyarakat jangan gampang ditunggangi dan diperalat oleh oknum yang kurang atau tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Seperti diketahui, bentrok antara warga dan aparat di Desa Wadas terjadi sekitar pukul 11.00 siang. Sejumlah mobil yang mengangkut peralatan berencana masuk ke Desa Wadas untuk melakukan sosialisasi dan pemasangan patok penambangan batuan andesit yang menjadi bagian pembangunan Bendungan Bener.

Ketika tiba di lokasi, jalan ternyata sudah ditutup menggunakan batang kayu dan batu. Bentrok tak terelakkan. Warga bertahan dengan duduk di jalan sambil bersalawat. Sedangkan aparat kepolisian mencoba masuk sekaligus membersihkan ruas jalan umum.

Kapolres Rizal menyatakan, aparat turun setelah mendapat laporan terjadi penutupan jalan di Desa Wadas. Dibantu Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708, polisi datang ke lokasi untuk membuka jalan yang merupakan fasilitas umum. Terlebih, jalan yang ditutup itu merupakan jalan umum dan jalan kabupaten yang melintasi Desa Wadas.

Kapolres menyatakan, petugas kepolisian telah memberikan imbauan berkali-kali kepada warga. Namun, warga tetap tidak mengindahkan peringatan.

Bahkan, ratusan warga baik laki-laki maupun perempuan yang tergabung dalam organisasi Gempadewa dan Wadon Wadas bersikukuh menghadang petugas.

Warga kemudian melempari petugas dengan batu. Petugas menembakan gas air mata. Sejumlah orang yang terindikasi sebagai provokator ditangkap oleh polisi. Mereka dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan. (tom/amd)

Lainnya