Mata Dewa Sayangkan Mobilisasi Masa dari Luar

Mata Dewa Sayangkan Mobilisasi Masa dari Luar
WASPADA: Warga berkumpul menyikapi penambangan terkait pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejopada Jumat (23/4). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOEJO)

RADAR PURWOREJO – Warga terdampak pembangunan Bendungan Bener yang mengatasnamakan diri sebagai Masyarakat Terdampak Desa Wadas (Mata Dewa) menduga telah terjadi mobilisasi masa dari luar Kabupaten Purworejo. Mereka ikut dalam polemik penambangan quarry di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, yang berujung ricuh Jumat (23/4) lalu.

“Sangat disayangkan jika ada mobilisasi masa dari luar daerah,” ucap Koordinator Lapangan (Korlap) Mata Dewa Sabar kepada wartawan melalui sambungan telepon kemarin (26/4).

Sebagai warga yang terdampak langsung pembangunan Bendungan Bener, Sabar menegaskan, pihaknya lebih memilih berhati-hati. Mereka menjaga agar konflik horizontal antarwarga tidak terjadi.

Pihaknya juga terus intensif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk warga desa lain yang terdampak langsung pembangunan bendungan.
“Sebagai warga Wadas yang mendukung, sejauh ini memilih berhati-hati. Sebab, saat ini juga masih dalam masa pandemi Covid-19. Terlebih pemerintah masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mikro sebagai upaya preventif pencegahan,” ujarnya.

Terpisah, Direktur LBH Jogjakarta Yogi Zul Fadhli mengaku tidak tahu menahu tentang mobilisasi masa di Desa Wadas. “Yang jelas, saya tidak tahu soal itu. Dan di Wadas, LBH Jogjakarta tidak punya posko,” ucapnya.

Sementara itu, PPK Bendungan Bener Balai Besar Wilayah Sungai Opak (BBWSO) Yusar Yahya mengatakan, pihaknya sudah menarik titik ikat perbatasan antara Desa Kedung Loteng ke Desa Wadas di Kecamatan Bener.

“Kami sedang melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk proses selanjutnya,” katanya.

Seperti diketahui, bentrok antara warga dan aparat di Desa Wadas terjadi sekitar pukul 11.00 siang. Sejumlah mobil yang mengangkut peralatan berencana masuk ke Desa Wadas untuk melakukan sosialisasi dan pemasangan patok penambangan batuan andesit yang menjadi bagian pembangunan Bendungan Bener.

Ketika aparat tiba di lokasi, jalan ternyata sudah ditutup menggunakan batang kayu dan batu. Bentrok tak terelakkan. Warga bertahan dengan duduk di jalan sambil bersalawat. Sedangkan aparat kepolisian mencoba masuk sekaligus membersihkan ruas jalan umum.

Petugas kepolisian berkali-kali memberikan imbauan kepada warga. Namun, warga tetap tidak mengindahkan peringatan. Warga kemudian melempari petugas dengan batu. Petugas menembakan gas air mata. Sejumlah orang yang terindikasi sebagai provokator ditangkap oleh polisi. Mereka dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan. (tom/amd)

Lainnya