Tak Ada Perubahan Ekstrem

Tak Ada Perubahan Ekstrem
GRAFIS: ERWAN TRICAHYO/RADAR PURWOREJO

RADAR PURWOREJO – Susunan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Purworejo pada periode kedua kepemimpinan Bupati Purworejo Agus Bastian dan Wakil Bupati Yuli Hastuti tidak mengalami banyak perubahan. Komposisinya tak jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Kelik Susilo Ardani kemarin (27/4). “Langkah perubahan tetap ada untuk mencapai tujuan yang lebih baik lagi. Penyelarasan atau penyesuaian dengan kebutuhan agar kinerja perangkat daerah semakin efektif, tetap dibutuhkan namun tidak ada perubahan ekstrem,” katanya.

Dijelaskan, saat ini Raperda Perangkat Daerah masih dibahas di DPRD. Direncanakan minggu-minggu ini selesai.

Raperda nantinya menjadi acuan dalam penyusunan organisasi perangkat daerah (OPD) enam bulan setelah bupati dan wakil bupati dilantik. “Yang pasti akan diselaraskan dengan arah rencana pembangunan jangka menengah daerah maupun rencana pembangunan jangka panjang daerah,” jelasnya.

Menurut Kelik, paradigma penyusunan organisasi perangkat daerah mengikuti visi Purworejo Berdaya Saing 2025. Susunan perangkat daerah memiliki pekerjaan rumah yakni bagaimana menerjemahkan visi itu dalam kinerja masing-masing OPD.

“Sederhananya, seperti menyusun formasi pemain dalam sepak bola apakah mau 4-4-3 atau 4-5-2 atau mau pakai yang seperti apa agar pola serangannya betul-betul efektif dan nantinya menghasilkan gol kemenangan,” ujarnya.
Terkait dengan daya saing, Kelik menegaskan, saat ini Kabupaten Purworejo telah memiliki Perda Kepemudaan dan Perda Olahraga. Dua hal ini penting dikawal agar dapat berjalan dengan baik.

“Kalau bicara daya saing, tentu yang dipersiapkan adalah generasi penerus. Para pemuda Purworejo ke depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Itu harus dipersiapkan bersama,” tegasnya.

Ditambahkan, formasi perangkat daerah nantinya juga harus mampu menyambut diselesaikannya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sekaligus Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Di mana, Kabupaten Purworejo akan menjadi kota satelit seiring dengan adanya beberapa proyek strategis nasional (PSN) di Kabupaten Purworejo dan sekitarnya.

“Perkembangan dan pembangunan yang ada harus disambut dan dipersiapkan agar benar-benar dapat memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Purworejo,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya