Pemkab Ingin Segera Selesaikan Permasalahan Quarry Wadas

Pemkab Ingin Segera Selesaikan Permasalahan Quarry Wadas
CARI SOLUSI: Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM didampingi Forkopimda mengundang warga Wadas, Kecamatan Bener penolak penambangan quarry di Ruang Bagelen, Kompleks Setda Purworejo, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo ingin segera menyelesaikan permasalahan tambang quarry di Desa Wadas. Komunikasi yang baik dengan warga penolak tambang quarry dinilai sebagai langkah untuk mengurai permasalahan yang ada di lapangan.

Harapan itu terpantau dalam agenda audiensi Bupati Purworejo, Agus Bastian dengan warga penolak tambang quarry. Namun sayang pertemuan itu tidak dihadiri warga penolak, sementara Bupati Agus Bastian lengkap didampingi Forkopimda, BBWSO, pimpinan OPD terkait di Ruang Bagelen Setda, kemarin (29/4).

Bastian mengatakan, pertemuan ini sedianya merupakan langkah Pemkab Purworejo dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Desa Wadas. “Kami berupaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Wadas. Warga kami undang dengan harapan bisa berkomunikasi secara intens, tidak hanya sekarang tetapi sampai persoalan ini selesai,” ucapnya.

Menurutnya, tidak hadirnya warga penolak tambang sebetulnya cukup disayangkan, sebab semua permasalahan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. “Kalau tidak berkomunikasi ya tidak tahu apa diinginkan. Mereka mungkin belum paham betul tentang pentingnya Bendungan sebagai project vital nasional,” ujarnya.

Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito SIK SH MSi menambahkan, kondisi Desa Wadas saat ini jauh lebih kondusif dibanding sebelumnya. konflik horizontal antar tetangga bahkan antar keluarga sudah mulai surut. Ia menegaskan, jika memang ada pihak-pihak yang sengaja datang atau sengaja didatangkan dari luar itu lebih untuk menghalangi pemasangan trase. “Secara umum kegiatan masyarakat disana sudah berjalan normal, situasi Kamtibmas saat ini juga kondusif. Jika ada beberapa permasalahan harapannya dapat segera diselesaikan,” katanya.

Dandim 0708 Purworejo, Letkol Infanteri Lukman Hakim Ssos MSi mengamini, jika memang ada pihak-pihak yang sengaja mengambil keuntungan dibalik kesulitan warga Wadas yang kurang paham. “Saya yakin dan percaya warga Wadas mendukung pembangunan waduk bener,” ucapnya.

Lukman menegaskan, untuk masalah pengamanan pihaknya siap memback up, dan tidak perlu ditanya, 1 x 24 TNI selalu ada di tengah masyarakat. “Sinergitas TNI/Polri juga tetap terjaga dan sasaran untuk memberikan perlindungan, keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Perwakilan BBWSO, Yosiandi menuturkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan sosialisasi yang pertama pada 22 April 2021 di Balai Desa Cacaban dengan pemilik tanah desa Wadas yang tinggal di luar desa Wadas. Namun pada sosialisasi kedua pada 23 April 2021 gagal dilakukan, karena sejumlah warga menutup akses jalan kabupaten.

Saat ini, pihaknya sebenarnya telah siap untuk melaksanakan pemasangan trace. Pemasangan patok trase sendiri direncanakan akan dilakukan mulai tanggal 25 April hingga 11 Mei 2021. Namun untuk alasan keamanan, saat ini pihaknya menunggu arahan dari Polres dan Kodim.

“Jika dari target 114 hektare yang akan dibebaskan, sebenarnya hanya 64 hektare saja yang akan dilakukan ekskavasi. Sisanya 54 Ha lagi tidak digali sebab lokasinya dekat dengan pemukiman. Rencana penggalian batu jauh dari pemukiman warga, kurang lebih 300 meter. Sehingga sudah ada jarak aman antara lokasi penggalian dengan permukiman. Antara lokasi penggalian dan pemukiman adalah bukit, sehingga lebih aman,” ujarnya.

Ditambahkan, metode yang digunakan yakni menggali juga menggunakan metode yang dapat mencegah terjadinya longsoran. Penggalian tersebut juga tidak akan membentuk lubang, karena metode yang digunakan dengan memotong. Kedalaman maksimal hanya 1-2 meter yang nantinya juga akan dilakukan reklamasi kembali.

Dengan metode tersebut, ia meyakini, isu permasalahan kerusakan lingkungan diharapkan tidak akan terjadi. Jika ditemukan adanya mata air, kami juga akan melakukan penanganan dengan membuatkan jalur pengaliran yang lebih memadai. Reklamasi juga menjadi jalan yang akan dilakukan untuk mengelola lahan dengan menggarap potensi wisata

“Nantinya lokasi quarry diproyeksikan dapat dijadikan ruang terbuka, seperti pembangunan rest area atau tempat wisata lainnya. Jarak 10 kilometer dari Desa Wadas hingga Bendungan Bener juga merupakan wilayah yang nantinya dapat dikembangkan,” ucapnya. (tom/din)

Lainnya