Tata Pariwisata, Tingkatkan Ekonomi

Tata Pariwisata, Tingkatkan Ekonomi
REFRESHING: Pantai Jatimalang atau dikenal Pantai Dewa Ruci di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo tak hanya dikenal dengan pantainya yang indah. Pantai ini juga merupakan jujukan para pecinta kuliner. Olahan ikan segar tangkapan nelayan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan pembenahan dan penataan sektor pariwisata di masa pandemi virus korona (Covid-19). Langkah ini ditempuh sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat.

Seluruh pelaku pariwisata didorong untuk bangkit. Mereka didorong untuk menghidupkan kembali sektor wisata yang sempat mati suri.

“Penghargaan ini menjadi pelecut kami agar lebih semangat dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Purworejo,” jelas Bupati Purworejo Agus Bastian kemarin (30/5).

Pernyataan tersebut diberikan terkait keberhasilan bupati meraih penghargaan Joglosemar Tourism Personality Leader pada ajang Anugerah Pariwisata Joglosemar Tourism Awards (JTA) 2021 di Jogjakarta baru-baru ini. Bupati dinilai telah berkontribusi besar memajukan industri pariwisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Agung Wibowo menjelaskan, berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk menekan penyebaran Covid-19. Tak terkecuali kebijakan di sektor pariwisata.

Menurutnya, objek wisata di Kabupaten Purworejo diizinkan untuk buka dengan sejumlah aturan. Di antaranya, menerapkan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 30 persen dan protokol kesehatan ketat.

“Beberapa tahun ini Purworejo memang sangat intensif mendorong pengembangan sektor wisata. Salah satunya menyokong suksesnya KSPN Borobudur. Mudah-mudahan penghargaan yang diraih Bapak Bupati dapat menjadi penyemangat bagi kita agar pariwisata bisa lebih berkembang lagi ke depan,” jelasnya.

Pendiri International Travel and Tourism Award (ITTA) Foundation Panca Rudolf Sarungu menjelaskan anugerah pariwisata ini merupakan pertama kali diadakan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta. Tujuannya untuk memberikan apresiasi untuk industri pariwisata terintegrasi dan saling mendukung. Selain itu, memberikan semangat kebangkitan kembali industri pariwisata di Jateng-DIJ.

Ada 51 kategori penghargaan pada ajang JTA 2021. Termasuk penghargaan untuk sembilan pihak berpengaruh dalam pengembangan pariwisata di Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar). Pihak-pihak tersebut diniai telah berkontribusi besar untuk memajukan industri pariwisata. (tom/han/amd)

Lainnya