Pendataan Keluarga Hampir Seratus Persen

Pendataan Keluarga Hampir Seratus Persen
(GRAFIS: ERWAN TRICAHYO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Program Pendataan Keluarga 2021 (PK21) di Kabupaten Purworejo telah usai. Program lima tahunan yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dimulai 1 April dan tuntas kemarin (31/5).

Data yang berhasil dikumpulkan oleh Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsosduk-KBPPPA) Kabupaten Purworejo hampir seratus persen. Tepatnya, 95,09 persen.

“Dari data yang kami peroleh tadi pagi (kemarin), saat ini jumlah KK (kelapa keluarga) Purworejo yang masuk sebanyak 95,09 persen,” kata Kabid Pengendalian Penduduk Keluarga Sejahtera Dinsosduk-KBPPPA Kabupaten Purworejo Purwandari Pujihastuti kepada Radar Purworejo Senin (31/5). Purwandari menyebutkan, jumlah data yang diperoleh sebanyak 235.884 kepala keluarga dari target yaitu 248.059 kepala keluarga. “Semoga hari ini (kemarin) bisa mencapai target, karena hari terakhir. Saya belum dapat info terkini. Rencana nanti sore (kemarin) baru dari kecamatan sampaikan laporan,” ujar dia.

Dikatakan, capaian pendataan secara nasional masih banyak daerah yang belum mencapai angka 70 persen. Ada kemungkinan penambahan waktu entry data. “Kami menunggu surat dari pusat, walau kami tetap berupaya hari ini (kemarin) harus seratus persen. Tapi, realisasi di Purworejo sendiri di lapangan sudah hampir seratus persen,” sambung dia.

Dia menyebutkan, target yang tertera di portal pk21.bkkbn.go.id belum diubah. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah mengusulkan perubahan target sesuai realitas di lapangan.

Target data kepala keluarga di Kabupaten Purworejo sesuai daftar isian pelaksanaan anggaran BKKBN adalah 236.589 kepala keluarga. Sedangkan target kepala keluarga sesuai portal adalah 248.059 kepala keluarga.

“Ini sedang kami ajukan revisi karena yang tertera belum sesuai,” ungkapnya. Menurutnya, tujuan pendataan keluarga adalah menghasilkan basis data kependudukan. Termasuk, data individu anggota keluarga, basis data keluarga berencana, hingga basis data pembangunan keluarga.

“Dari pendataan itu akan menghasilkan data mikro berbasis by name by address (didasarkan nama dan alamat),” terangnya.

Pendataan keluarga merupakan upaya pemerintah mengumpulkan data dan informasi keluarga. Data yang diperolah akan menjadi dasar dalam menyediakan kebutuhan keluarga untuk perencanaan kehidupannya di berbagai aspek. (han/amd)

Lainnya