Video Mesum Remaja Bikin Berang

Video Mesum Remaja Bikin Berang
TERBUKA: Sejumlah warga duduk di bangku yang terdapat di Alun-Alun Purworejo Rabu (2/6). (JIHAN ARON VAHERA/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Video mesum pasangan remaja berlokasi di Alun-Alun Purworejo viral. Video yang diunggah di platform video musik TikTok akhir Mei lalu tersebut menampilkan pasangan remaja bermesraan di ruang publik.

Hal itu direspons Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo. Instansi tersebut berang.

Sebab, lokasi video mesum berdurasi 0,16 detik itu diduga di Alun-Alun Purworejo. Alun-alun tersebut dikelola dinparbud.

Video tersebut menampilkan dua pelajar putri berseragam sekolah yang sedang duduk di bangku. Seorang duduk di ujung sebelah selatan. Seorang lagi duduk di sebelah utara dan bersebelahan dengan seorang lelaki berkaos.

Tampak lelaki tersebut merangkul pundak pelajar putri tersebut. Bahkan, menciumnya.

Dalam video tersebut juga terdapat tulisan. ”Kaga sekali dua kali sempet bibir juga. Pdhl rame orang lalu lalang.” Di antara dua kalimat tersebut ada emoji ketawa.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan. Fungsi alun-alun merupakan sarana umum, tempat rekreasi, dan sarana olahraga bagi masyarakat, bukan untuk seperti itu,” ucap Kepala Disparbud Kabupaten Purworejo Agung Wibowo A.P. kemarin (2/6).

Apabila dicermati, tegas Agung, lokasi perekaman video mesum itu di Alun-Alun Purworejo. Pihaknya bertekad mengintensifkan patroli di seputaran alun-alun. Selama ini patroli sudah rutin dilakukan petugas Unit Pembantu Teknis (UPT) Alun-Alun Purworejo.

“Akan kami koordinasikan dengan satpol PP, TNI, dan Polri untuk membantu mem-back-up monitoring kegiatan di Alun-Alun Purworejo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purworejo Sukmo Widi Harwanto juga bersikap. Dia menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan disparbud untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Alun-Alun Purworejo menjadi kewenangan disparbud. Namun, saya akan berkoordinasi. Saya belum bisa memastikan dalam video itu anak SMP, SMA, atau SMK. Kalau SMK dan SMA itu kewenangan Provinsi Jawa Tengah. Asal sekolah pelajar dalam video TikTok tersebut juga belum tahu,” ucapnya.

Ditegaskan, pihaknya akan meneruskan informasi tersebut kepada seluruh kepala sekolah. Ini agar kepala sekolah lebih ketat memantau siswa. Selain itu, menekankan etika kepada siswa.

“Orang tua juga harus lebih bisa menjaga putra-putrinya. Sebab, pendidikan juga merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya tugas pemerintah dan masyarakat, tetapi juga orang tua,” tegasnya. (tom/amd)

Lainnya