Wujudkan Bangga dan Sejahtera

Wujudkan Bangga dan Sejahtera
(GRAFIS: ERWAN TRICAHYO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo siap untuk mengimplementasikan gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kebanggaan daerah dan kesejahteraan.

“Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kebanggaan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo,” ujar Bupati Purworejo Agus Bastian kemarin (8/6).

Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo didasarkan Surat Edaran Bupati Nomor 512.1/3.751 tentang Tresno Purworejo Larisi Purworejo. Surat edaran tersebut dikeluarkan 27 Mei lalu.

Gerakan ini sekaligus untuk mewujudkan visi bupati dan wakil bupati Purworejo. Yakni, Purworejo Berdaya Saing Tahun 2025.

Surat edaran tersebut menyatakan seluruh elemen masyarakat diminta ikut berperan dalam menyukseskan gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo. Yakni, mulai aparatur sipil negara (ASN), calon ASN, karyawan badan usaha milik daerah, kepala kelurahan/desa, perangkat desa, hingga sekolah.

Bastian juga pernah mendorong pengembangan badan usaha milik desa dapat memasarkan produk-produk desa. “Pun, melalui program Larisi Purworejo yang telah dicanangkan, seluruh masyarakat diharapkan dapat membeli produk-produk Purworejo agar perekonomian menjadi lebih baik,” imbaunya.

Bastian bergarap gerakan ini mampu membuat warga desa bisa hidup mandiri dan tangguh dalam menghadapi segala situasi. Selain itu, warga bakal memiliki daya saing baik dari sumber daya manusia maupun produk yang dihasilkan.
Dikatakan, program tersebut dapat memberikan manfaat penting. Terutama untuk peningkatan perekonomian masyarakat desa. (han/amd)

Minimal Belanja Beras Petani 10 Kg

Gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo dinilai sangat penting dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat. Khususnya, perekonomian di tengah pandemi virus korona (Covid-19) yang belum berakhir.

Ada sejumlah kebijakan dalam gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo. Di antaranya, peduli beras petani, peduli makanan lokal, peduli batik, hingga peduli wisata lokal.

“Tak lupa, juga peduli kerajinan lokal Purworejo dan peduli pasar Purworejo,” ujar Bupati Purworejo Agus Bastian.

Dia menegaskan, peduli beras petani merupakan upaya mendorong peningkatan produksi beras lokal. Tujuannya untuk mewujudkan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi pedesaan.

Penyedia beras dari petani yakni gabungan kelompok tani (gapoktan) atau badan usaha milik desa (bumdes). Masyarakat diminta membeli beras tersebut.

”Kami mendorong ASN dan pegawai BUMD, serta masyarakat umum, untuk membeli beras dari petani lokal, gapoktan, atau bumdes Purworejo. Bagi ASN minimal sepuluh kilogram per bulan,” tegas dia.

Peduli makanan lokal bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) yang bergerak di sektor pangan. Selain itu, membudayakan konsumsi makanan lokal yang dibuat oleh warga lokal dengan bahan baku lokal atau hasil petani Purworejo.

”Makanan lokal wajib dihidangkan pada setiap kegiatan pertemuan atau rapat. Minimal tujuh puluh persen setiap paket jamuan,” sebut dia.

Bastian juga menekankan pentingnya gerakan peduli batik. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kebanggaan dan kepedulian warga menggunakan batik motif khas Purworejo. Batik yang diproduksi di Kabupaten Purworejo dan hasil karya orang Kabupaten Purworejo.

“Upaya yang dilakukan yaitu mewajibkan ASN, perangkat desa, dan pegawai BUMD, pun pelajar, untuk menggunakan batik motif khas Purworejo,” katanya.

Terkait peduli wisata lokal, Bastian menyatakan, hal itu bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mencintai, mengembangkan, melindungi, mengunjungi, dan mempromosikan tempat wisata lokal di Kabupaten Purworejo. Salah satu upayanya yakni dengan menggelar pertemuan atau kegiatan tertentu dengan memanfaatkan tempat pariwisata di wilayah Kabupaten Purworejo.

Sedangkan peduli kerajinan lokal merupakan upaya untuk mengangkat, memperkenalkan produk-produk kerajinan, dan potensi kebudayaan. Termasuk mempertahankan kearifan lokal. Dengan begitu, kepedulian tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sektor industri dan sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu, peduli pasar bertujuan meningkatkan kunjungan belanja ke pasar-pasar di wilayah Kabupaten Purworejo. Sebab, pasar berperan penting dalam meningkatkan perekonomian, pembangunan, dan sumber daya manusia.

”Pengelolaan pasar secara baik dapat membawa suasana baru pada pasar tradisional. Sehingga, transaksi di pasar tradisional akan meningkat dan turut meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Bastian. (han/amd)

Lainnya