Lima Puluh Warga Brenggong Positif

Lima Puluh Warga Brenggong Positif
TELUSURI: Warga yang ikut rombongan tamasya di Dieng, Kabupaten Wonosobo, menjalani tes swab di halaman Balai Desa Brenggong, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, kemarin (9/6). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Kasus positif virus korona (Covid-19) meledak di Desa Brenggong, Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Sebanyak lima puluh warga positif terpapar virus tersebut.

Sebanyak 36 warga dari total 53 warga yang menjalani rapid test antigen pada Selasa (8/6) terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan 14 warga lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 pada pemeriksaan sebelumnya.

Satgas Covid-19 Kecamatan Purworejo bergerak cepat. Lima puluh warga yang dinyatakan positif Covid-19 harus menjalani rawat inap dan isolasi mandiri.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin mengatakan, satgas masih intensif melakukan koordinasi untuk menekan persebaran Covid-19 di Desa Brenggong. “Hasil tracking sementara, pasien positif Covid-19 di Desa Brenggong ada lima puluh orang. Dua orang dirawat di RSUD Tjokronegoro. Sedangkan empat puluh delapan warga positif Covid-19 lainnya melakukan isolasi mandiri,” katanya kemarin (9/6).

Lonjakan kasus Covid-19 di Desa Brenggong berasal dari klaster keluarga. Pada 7 Juni lalu, Puskesmas Cangkrep melaporkan temuan kasus Covid-19 dari pemeriksaan warga Desa Brenggong pada 3, 5, dan 7 Juni.

Hasilnya menunjukkan ada sebelas orang yang berobat ke puskesmas. Begitu menerima laporan dari puskesmas, Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Purworejo yang dipimpin Camat Purworejo Sudaryono langsung berkoordinasi.

Satgas antara lain melakukan inventarisasi dan tracing untuk dilakukan tes antigen dan PCR. Satgas juga mengambil langkah antisipasi dengan menutup kantor desa untuk sementara waktu dari segala bentuk kegiatan.

Terlebih, ada beberapa perangkat desa yang juga terpapar Covid-19. Termasuk kepala desa dan sektretaris desa. Layanan masyarakat sementara dijalanan kepala seksi pemerintahan di rumahnya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pemerintah desa juga menggerakkan Jogo Tonggo untuk mengurusi warga yang tengah menjalani proses isolasi mandiri. Kendati lonjakan tinggi, pemerintah tidak memberlakukan lockdown di Desa Brenggong.

Masyarakat hanya diminta melakukan isolasi mandiri. ”Kebutuhan mereka akan disuplai. Bantuan logistik dari pemerintah daerah akan mulai di-droping hari ini (kemarin),” jelasnya.

Tolkha mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memunculkan kerumunan. Termasuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, terutama di daerah zona merah.

Protokol kesehatan 5M harus diterapkan secara disiplin dan ketat. Yakni, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Sebab, kita tidak tahu siapa saja yang membawa virus. Jangan lupa, kita juga terus berdoa memohon kesehatan dan keselamatan dari Allah SWT,” ucapnya. (tom/amd)

Terpapar Sepulang Piknik dari Dieng

Lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Desa Brenggong, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, diduga dipicu piknik. Mereka yang dinyatakan positif Covud-19 diketahui usai pulang dari tamasya ke di objek wisata Dieng di Kabupaten Wonosobo.

Hal itu terkuak setelah Satgas Covid-19 Kecamatan Purworejo melakukan contact tracking (melacak persebaran) Covid-19 di Desa Brenggong Selasa (8/6). Pelacakan dipimpin langsung Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Purworejo Sudaryono.

Pelacakan dilaksanakan di halaman kantor Balai Desa Brenggong. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kemunculan kasus dan warga yang terindikasi ada kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di Desa Brenggong.

Hasilnya diketahui, pada Sabtu (29/5) Kades dan perangkat Desa Brenggong sempat melakukan perjalanan tamasya ke Dieng. Pasien positif Covid-19 ditemukan setelah dokter puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap warga yang sakit pada Jumat (4/6).

Jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 semakin banyak. Jumlahnya terus bertambah.

“Kades Brenggong selama ini, sebetulnya, termasuk cukup ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ya, mungkin ingin menghilangkan kejenuhan, mereka piknik,” katanya.

Sudaryono menjelaskan, tiga pamong Desa Brenggong ikut terpapar. Kantor Desa Brenggong untuk sementara menghentikan pelayanan hingga Selasa (15/6). Langkah ini untuk menekan kemungkinan penambahan kasus Covid-19. Warga yang membutuhkan pelayanan bisa menghubungi kepala seksi pemerintahan di rumahnya. “Balai desa tetap ada pamong yang jaga. Kami juga sudah melakukan desinfeksi lingkungan balai desa,” jelasnya.

Diyah Tri, 25, warga Desa Brenggong, mengaku ikut dalam rombongan piknik ke Dieng beberapa waktu lalu. Sepulang dari Wonosobo, ada beberapa peserta piknik yang sakit. Setelah dilakukan pengetesan ternyata positif Covid-19.

Diyah pun harus menjalani tes. “Saya datang ke sini untuk melakukan tes rapid antigen. Kondisi tubuh saya baik dan tidak merasakan gejala apa-apa,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya