Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi

Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi
DITETAPKAN: Kasi Intelijen Kejari Purworejo M. Arief Yunandi didampingi Kasi Pidsus Kejari Widhiarso Nugroho, dan Kasubsi Penyidikan Tindak Pidsus Hengki Firmansyah saat memberikan keterangan pers di aula Kejari Purworejo kemarin (10/6). (Hendri utomo/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Ada perkembangan anyar terkait dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan penyaluran bantuan keuangan bersifat khusus kepada pemerintah desa. Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo akhirnya menetapkan dua tersangka. Mereka adalah berinisial DMM, 54, dan S. Terduga S telah meninggal dunia.

Kasus ini terkait Program Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin (Propendakin) APBD Kabupaten Purworejo 2018. Mereka merupakan pejabat Pemkab Purworejo saat program tersebut dilaksanakan. Mereka diduga memalsukan dasar pelaksanaan propendakin yang berpotensi merugikan negara dan tidak tercapainya tujuan program.

Kepala Kejari Purworejo Sudarso SH menegaskan, dasar pelaksanaan yang dipalsukan antara lain Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018. Hal itu berpotensi memunculkan kerugian perekonomian daerah akibat tidak tercapainya tujuan propendakin.

”Ya, hari ini (kemarin) kami sudah melakukan penetapan dan pemeriksaan tersangka kasus propendakin 2018,” tegas Sudarso dalam konferensi pers di Kejari Purworejo kemarin (10/6).

Kasi Intelijen kejari Purworejo M. Arief Yunandi menjelaskan, DMM merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kepala Sub Bidang Kependudukan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Bidang Pemerintah Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Purworejo. Sedangkan S saat itu bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Purworejo.

“Sebelum program dilaksanakan dan baru akan disosialisasikan, Peraturan Bupati 37 Tahun 2018 diubah atau dipalsukan S bersama-sama DMM, tanpa melalui prosedur mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya ” jelas Arief di dampingi Kasi Pidsus Kejari Purworejo Widhiarso Nugroho dan Kasubsi Penyidikan Tindak Pidsus Purworejo Hengki Firmansyah.
Ditegaskan Arief, langkah itu melanggar peraturan. Yakni, bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Menurutnya, perbup dipalsukan sehingga ada perubahan. Di antaranya, hilangnya frasa harian dan mingguan pada pasal 8 ayat (6). Selanjutnya, perbup palsu itu digandakan dan dibagikan kepada perwakilan kecamatan dalam sosialisasi pelaksanaan propendakin. Pemalsuan tersebut mengakibatkan hilangnya kebijakan awal propendakin yang telah ditetapkan.

Dalam program ini, diberikan bantuan sejumah 4.770 hewan ternak. Nilainya lebih dari Rp 6,7 miliar.

Bantuan berupa ternak itik, ayam, kambing, dan bebek. Bantuan itu tidak dapat meningkatkan pendapatan jangka pendek yakni harian atau mingguan.

“Seharusnya bantuannya yang bersifat cepat. Tetapi, justru berupa ternak yang manfaatnya baru akan dilaksanakan dalam jangka waktu cukup lama,” ujarnya.

Kasi Pidana Khusus Kejari Purworejo Widhiarso Nugroho menambahkan, penetapan dua tersangka ini masih merupakan langkah permulaan. Diungkapkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

Dia menegaskan, pihaknya segera menggelar persidangan. “Saat ini kami masih mencari bukti dan keterlibatan oknum lain,” katanya.

Diungkapkan, bantuan Propendakin Purworejo tahun anggaran 2018 terealisasi sebesar Rp 11,6 miliar. Bantuan disalurkan kepada 464 desa.

Namun, bantuan sebesar Rp 125 juta tidak dicairkan oleh lima desa. Perbuatan tersangka DMM dalam mengubah atau memalsu perbup tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian perekonomian daerah.

Atas perbuatannya, DMM dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3, lebih subsidair pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “DMM pada hari ini dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dengan didampingi penasihat hukum yang ditunjuk oleh kejari. Selanjutnya penyidik akan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Rutan Polres Purworejo,” ujarnya. (tom/amd)

Lainnya