Segera Limpahkan ke Pengadilan

Segera Limpahkan ke Pengadilan
(GRAFIS: ERWAN TRICAHYO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purworejo serius membongkar dugaan korupsi pelaksanaan penyaluran bantuan keuangan bersifat khusus kepada pemerintah desa Program Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin (Propendakin) APBD Kabupaten Purworejo 2018. Kejari menargetkan melimpahkan berkas kasus ini ke Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo dalam sebulan mendatang.

”Untuk kasus ini kami menargetkan sebulan ke depan sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Purworejo Widhiarso Nugroho kemarin (11/6).

Kejari telah menetapkan dua tersangka berinisial DMM, 54, dan S. Saat pelaksasan program ini, DMM merupakan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan kepala sub bidang kependudukan dan pemberdayaan masyarakat pada bidang pemerintah sosial budaya Bappeda Kabupaten Purworejo.

Sementara S, yang sudah meninggal dunia, saat itu bertugas di Dinpermades Kabupaten Purworejo.

Modus yang mereka lakukan yakni memalsukan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018. Bantuan diberikan dalam bentuk 4.770 hewan ternak senilai lebih Rp 6,7 miliar.

Propendakin ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin paling bawah. Yakni, mereka yang tidak punya pekerjaan bisa memperoleh pendapatan. Misalnya, menjadi penjual gorengan sehingga bisa memiliki pendapatan harian.

Bantuan yang diubah menjadi hewan ternak dinilai tidak bisa meningkatkan penghasilan secara mingguan tetapi tahunan Bahkan, ada potensi gagal.

“Belum lagi mereka harus upgrade skill dan upgrade perekonomian. Akses perbankan juga tentunya tidak punya. Makanya, ternak tadi sangat dimungkinkan untuk pendapatan tahunan. Bahkan, bisa gagal,” paparnya.

Langkah kejari membongkar dugaan korupsi Propendakin 2018 ini mendapat dukungan dari Komando Bela Rakyat (KBR). Mereka memberikan apresiasi. Mereka terus mendorong pengungkapan tuntas kasus dugaan korupsi bantuan untuk masyarakat miskin itu.

“Kami mengapresiasi kinerja jaksa pidana khusus Kejari Purworejo. Lebih khusus, mengapresiasi atas konsistensi Kajari Purworejo dalam upaya menegakkan supremasi hukum di Kabupaten Purworejo ini,” ucap Koordinator KBR R. Hery Priyantono kemarin (11/6).

Sebagai bagian masyarakat, tegasnya, KBR mengucapkan terima kasih atas konsistensi dan komitmen jajaran Kejari Purworejo atas upaya ungkap kasus korupsi. Sebab, selama ini perkara-perkara korupsi yang ditangani lembaga hukum di Kabupaten Purworejo terbilang hanya kasus kecil.

“Kami KBR paham betul banyak kasus-kasus korupsi besar nilainya atas kerugian negara dan melibatkan orang-orang besar,” jelasnya.

Menurutnya, penetapan awal dua tersangka merupakan langkah yang baik. Sekalipun, salah seorang tersangka telah meninggal dunia.

“Kami menghargai dan menghormati proses penyelidikan kasus propendakin ini. Kami doakan semoga seluruh jajaran Kejari Purworejo selalu sehat-sehat saja dan jangan sampai masuk angin,” selorohnya.

Pada bagian lain, Hery menegaskan, KBR sangat berharap penetapan tersangka ini baru tahap awal. Sangat mungkin akan ada banyak tersangka lain yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan terkait kasus ini.

“Saya kok selalu optimistis dan positive thinking dengan para jampidsus Kejari Purworejo. Mereka berusia muda yang memiliki integritas serta nyali yang sangat baik untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Saya percaya kejaksaan akan tegak lurus,” ucapnya. (tom/amd)

Lainnya