Semangat Turun, Omzet Merosot

Semangat Turun, Omzet Merosot
SPIRIT: Sejumlah anggota dan pengurus Forum UMKM Pelangi Sejahtera saat mengikuti pelatihan dan motivasi usaha dari STIE Rajawali Purworejo di Pendapa Kecamatan Purwodadi, kemarin. (Hendri utomo/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Semangat sebagian pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo menurun. Hal itu terjadi akibat pandemi virus korona (Covid-19).

Penurunan semangat itu berdampak pada pengelolaan usaha. Pengelolan menjadi lemah sehingga omzet merosot.

Ketua P3M STIE Rajawali Hesti Respatiningsih mengatakan, semangat pelaku UMKM harus dibangkitkan kembali. Salah satunya melaui pelatihan dan pendampingan.

Pihaknya juga mencoba intensif melakukan pendampingan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). “Pelatihan manajemen usaha dan motivasi seperti ini sangat penting, sebab hasil observasi awal kami diketahui bahwa sebagian pelaku UMKM menghadapi permasalahan serius dan membutuhkan dukungan ditengah pandemi,” ucapnya dalam Pelatihan Manajemen UMKM di  Pendapa Kecamatan Purwodadi bersama Forum UMKM Pelangi Sejahtera Kecamatan Purwodadi.

Dijelaskan, ada beberapa persoalan yang saat ini dihadapi pelaku UMKM. Di antaranya, motivasi usaha lemah, jumlah omzet terus menurun.

Pemicunya penurunan omzet antara lain keterbatasan kemampuan pemasaran secara digital, inovasi produk yang terbatas sehingga tidak mampu memenuhi perubahan kebutuhan masyarakat, dan rendahnya daya saing produk.

“Program pelatihan dan pendampingan ini berkelanjutan. Semoga mampu menjawab kebutuhan mitra dan manfaat positif dapat dirasakan langsung pelaku UMKM, mampu bersaing di era digital marketing,” jelasnya.

Ketua Pelaksana Program PKM STIE Rajawali Anes Arini menambahkan, manajemen usaha sangat berperan besar dalam keberhasilan bisnis. UMKM perlu mengelola usaha dengan baik agar mampu menghadirkan sistem yang baik, benar, efektif, dan efisien sehingga pada akhirnya mampu bersaing.

“Beberapa solusi yang kami tawarkan dalam pelatihan ini, di antaranya, cara cepat beradaptasi dan bangkit di tengah pandemi, program foto produk gratis untuk mendukung digital marketing, penyusunan business plan, program financial literacy. Termasuk program perbaikan kemasan dan kualitas produk,” ucapnya.

Ketua Forum Pelangi Sejahtera Yuyun Sri Sugiarti menyambut baik pelatihan tersebut. Terlebih, banyak anggota sangat membutuhkan pendampingan agar mampu bertahan pada masa pandemi.

“Kami tentu sangat berterima kasih,” ucapnya.

Apresiasi senada disampaikan Camat Purwodadi Hartono. Menurutnya, UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional hendaknya selalu belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

“Saya berharap STIE Rajawali Purworejo dapat terus mendampingi UMKM agar pelaksanaan program tepat sasaran dan tepat guna bagi pemulihan UMKM di masa pandemi,” katanya. (tom/amd)

Lainnya