Nyaman Dalane, Aman Wargane

Nyaman Dalane, Aman Wargane
LAPORKAN: Sekda Purworejo Said Romadhon dalam peluncuran aplikasi Jalan Aman di Ruang Arahiwang Setda Purworejo Rabu (16/6). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memberikan kemudahan kepada masyarakat. Terkini, pemkab meluncurkan aplikasi Jalan Aman. Aplikasi ini ditujukan untuk melaporkan serta menyampaikan kritik dan saran terkait kerusakan jalan di Kabupaten Purworejo.

Aplikasi ini dapat diunduh melalui telepon pintar (smartphone). Aplikasi ini diharakan jalan di wilayah Kabupaten Purworejo dapat benar-benar aman dan nyaman untuk dilintasi.

”Nyaman dalane, aman wargane,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo Suranto dalam peluncuran aplikasi Jalan Aman di Ruang Arahiwang Setda Purworejo Rabu (16/6).

Menurutnya, aplikasi Jalan Aman adalah implementasi dari misi kelima Purworejo Berdaya Saing 2025. Yakni, meningkatkan daya saing sarana prasarana dan infrastruktur yang didukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Suranto menyebutkan, keluhan dan kritik dari masyarakat tidak boleh diabaikan. Keluhan dan kritik harus segera direspons dengan sebaik-baiknya.

Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Purworejo Said Romadhon menegaskan aplikasi Jalan Aman tak sekadar simbol. “Harapannya dengan adanya aplikasi ini tidak hanya menjadi simbol atau formalitas semata. Apabila terdapat informasi atau aduan dari masyarakat pengguna jalan terkait dengan kerusakan jalan, benar-benar segera dapat direspons dan diatasi,” ungkapnya.

Dikatakan, aplikasi tersebut juga menjadi salah satu upaya mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati Purworejo. Yakni, Purworejo Berdaya Saing 2025.

Pemkab Purworejo berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur. Tentunya, dipadukan dengan kemajuan tekhnologi informasi.

Said menyampaikan, salah satu parameter keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dan pembangunan dapat dilihat dari sarana prasarana atau infrastruktur wilayah yang memadai. Infrastruktur tersebut pada umumnya merujuk pada pembangunan fisik fasilitas umum seperti jalan, jembatan, telekomunikasi, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. Menurutnya, kerusakan infrastuktur jalan aspal biasanya diakibatkan terendam air. Selain itu, kendaraan yang melintas melebihi tonase batas beban maksimal yang ditentukan.

”Upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, di antaranya dengan mengganti jalan beraspal dengan beton sehingga akan lebih awet walaupun sedikit kurang nyaman saat dilewati,” kata Said. (han/amd)

Unggah Foto, Sertakan Lokasi

Masyarakat tak perlu repot melaporkan kondisi jalan. Pemkab Purworejo siap menampung aspirasi terkait kondisi jalan melalui aplikasi Jalan Aman.

Aplikasi ini mudah untuk digunakan. “Aplikasi dapat di-download di Playstore,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo Suranto Rabu (16/6).

Ada empat menu utama dalam aplikasi tersebut. Yakni, laporan kerusakan, progres laporan, buka web jalan aman, dan informasi.

Masyarakat yang telah mengunduh aplikasi Jalan Aman akan diarahkan untuk mengisi surat elektronik (e-mail) beserta nama sesuai kartu tanda penduduk (KTP). Pada menu laporan kerusakan, pengguna aplikasi bisa mengunggah foto kondisi jalan yang rusak dan memasukkan foto selfie dengan latar belakang kondisi jalan.

Unggahan juga harus menyertakan lokasi jalan yang dimaksud dengan mengklik set lokasi. Foto yang diunggah bisa dilakukan dengan cara mencari gambar di galeri handphone atau memgambil langsung di lokasi.

Pelapor juga akan diminta memfoto KTP sebagai identitas pelapor untuk sistem. Jika tidak melampirkan KTP maka laporan tidak akan diproses.

“Alhamdulillah, artinya pemerintah akan mendengar dan menampung apa yang dikeluhkan masyarakat terkait jalan. Semoga memang benar-benar optimal,” ujar Kuswatiningsih, salah seorang warga, kepada Radar Purworejo, Rabu (16/6).

Suranto berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi tersebut dengan baik dan sebagaimana mestinya. Masyarakat tidak lagi gagap teknologi.
“Semoga saja ada sosialisasi lebih lanjut agar masyarakat benar-benar tahu dengan hadirnya aplikasi ini. Masyarakat dapat maksimal ikut berpartisipasi dalam pembangunan Purworejo yang lebih baik,” harap dia. (han/amd)

Lainnya