Tata Pedagang Shelter Kuliner

Tata Pedagang Shelter Kuliner
TERBUKA: Shelter Kuliner Kutoarjo yang berada di kawasan Alun-Alun Kutoarjo Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. (Istimewa)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo berencana menata ulang kawasan Shelter Kuliner Kutoarjo di Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Langkah ini ditempuh untuk lebih menghidupkan kawasan tersebut. Termasuk memberikan peluang yang sama bagi pedagang untuk memperoleh omzet.

Pemkab telah melakukan evaluasi terhadap pedagang di dalam maupun di halaman shelter. Mereka memanfaatkan lokasi usaha yang telah disediakan.  Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo Bambang Susilo mengatakan, keberadaan Shelter Kuliner Kutoarjo yang dibangun 2019 merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan. Termasuk konsekuensi rencana revitalisasi Alun-Alun Kutoarjo.  Menurutnya, revitalisasi yang direncanakan dilaksanakan 2020 ternyata tertunda akibat pandemi virus korona (Covid-19). Penataan baru dilaksanakan 2021 ini.

Penataan Pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo didasari Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 2 Tahun 2008. Perda ini tentang pengaturan tempat dan usaha serta pembinaan pedagang kaki lima.

Penataan pedagang di Shelter Kuliner Kutoarjo dilakukan secara bertahap. Penataan didahului sosialisasi, pendaftaran, dan pengundian lapak. Pengundian dilakukan bersama tim pembinaan, penataan, dan pengawasan PKL Kabupaten Purworejo disaksikan oleh pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Kutoarjo.

“Masa transisi dan adanya pandemi Covid-19 di awal 2020, memberikan dampak bagi para pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo. Masih banyak PKL yang berada di seputar Alun-Alun Kutoarjo,” paparnya kemarin (17/6).

Bambang menjelaskan, penataan mencakup optimalisasi pemanfaatan Shelter Kuliner Kutoarjo dan penataan PKL di Jalan Wirotaman dan Jalan Mardiusodo. Halaman shelter dan Jalan Durian dimanfaatkan sementara untuk relokasi PKL yang selama ini menjual jajanan sekolah di seputar Alun-Alun Kutoarjo.

Penataan pedagang yang berjualan di Jalan Wirotaman dan Jalan Mardiusodo dilakukan melalui sosialisasi dan musyawarah antarpaguyuban pedagang. Pedagang jajajan sekolah yang berada di halaman parkir shelter akan dimasukkan ke dalam shelter.

“Melihat dinamika di Shelter Kuliner Kutoarjo dan adanya masukan dan saran agar pedagang Shelter Kuliner Kutoarjo dapat memiliki peluang yang sama dalam penjualan, omzet, maka penataan pedagang dilakukan kembali,” ungkapnya.

Pemindahan pedagang dari halaman ke dalam shelter masih dalam proses. “Harapannya nanti dapat berjalan efektif. Fungsi halaman shelter akan dikembalikan kepada fungsinya sebagai sarana parkir. Pemerintah juga menyiapkan sarana tambahan bagi kebutuhan pedagang diantaranya tambahan daya listrik,” ucapnya. (han/tom/amd)

Lainnya