Tidak Boleh Nglokro

Tidak Boleh Nglokro
GRAFIS: ERWAN TRICAHYO/RADAR PURWOREJO

RADAR PURWOREJO – Bupati Purworejo Agus Bastian mengimbau masyarakat ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Bahkan, masyarakat yang telah menjalani vaksinasi juga harus tetap menerapkan prokes.

Menurutnya, program vaksinasi telah dilaksanakan dengan capaian vaksinasi kumulatif dosis pertama sebesar 30 persen lebih dan dosis kedua lebih dari 50 persen. Program vaksinasi diharapkan bisa mengurangi akibat buruk yang ditimbulkan Covid-19.

“Tolong diingat, ya. Bagi yang sudah divaksin tidak otomatis kebal dari Covid-19. Jadi, orang yang divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga. Tidak boleh nglokro (putus asa),” ungkapnya kemarin (28/6).

Belajar dari pengalaman, tegas Bastian, masyarakat harus diingatkan mengingatkan untuk tidak bersikap abai dan menyepelekan pandemi ini.

”Semua harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Yaitu, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” terangnya.

Selain menerapkan prokes, Bastian menyebutkan, program vaksinasi telah dilaksanakan dengan capaian vaksinasi kumulatif dosis pertama sebesar 30 persen lebih dan dosis kedua lebih dari 50 persen. Program vaksinasi diharapkan bisa mengurangi akibat buruk yang ditimbulkan Covid-19.

“Tolong diingat, ya. Bagi yang sudah divaksin tidak otomatis kebal dari Covid-19. Jadi, orang yang divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat juga. Tidak boleh nglokro,” kata dia

Bastian mengatakan sudah memerintahkan Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo agar bertindak tegas di lapangan terhadap pelanggar prokes. “Operasi yustisi gabungan bersama aparat TNI-Polri akan terus digalakkan untuk mengingatkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Pemkab Purworejo kembali memperpanjang pemberlakuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. “Saya berharap aparat pemerintah, dengan bantuan babinsa dan babinkamtibmas, tetap mengaktifkan Jogo Tonggo. Sehingga, apabila ada warga yang terpapar, dapat ditangani dengan baik dan tidak meluas,” ungkap dia.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo Tolkha Amaruddin mengatakan, ada penambahan 170 kasus positif Covid-19 pada Senin (28/6). Total pasien positif Covid-19 di menjadi 8.361 orang.

“Jumlah korban meninggal dunia juga bertambah enam orang sehingga totalnya sampai hari ini (kemarin) 296 orang,” katanya.

Dijelaskan, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi ada 7.273 orang. Pasien rawat inap tercatat 103 orang. Sementara mereka yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 689 orang.

Total swab sudah dilakukan 30.995 kali. Hasil swab negatif 20.951 orang dan menunggu hasil 1.073 orang.

Ditegaskan, kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo cukup fluktuatif. “Prokes harus diterapkan secara ketat dan disiplin. Jangan acuh dan jangan egois,” tegasnya. (han/tom/amd)

Lainnya