Penutupan Pasar Tak Efektif

Penutupan Pasar Tak Efektif
TINGGI: Pemakaman pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan di Kabupaten Purworejo kemarin (29/6). (Hendri utomo/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – DPRD Kabupaten Purworejo menilai kebijakan penutupan pasar tradisional tidak efektif untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo lebih baik mementingkan penengakan protokol kesehatan (prokes) dan mengubah pola kebiasaan masyarakat di pasar.

“Penutupan pasar belum tentu menjamin adanya penurunan kasus positif Covid-19. Sebab, hari-hari berikutnya akan kembali ramai,” kata Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi Setiyabudi Selasa (29/6).

Pemkab Purworejo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo memberlakukan kebijakan menutup pasar tradisional pada Minggu (27/6). Hal itu dimaksudkan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 khususnya di pasar daerah dan desa.
Dion menyebutkan, pemkab lebih baik menggiatkan prokes. Selain itu, menertibkan warga dan tempat-tempat usaha yang melanggar prokes.

“Justru dengan menutup pasar, hanya berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujar dia.

Dikatakan, penyemprotan pasar dengan disinfektan dapat dilakukan setiap malam ketika pasar sudah tutup. Selain itu, ada petugas yang bertugas menyosialisasi terkait prokes.

“Bukan berarti tidak berempati. Saya melihatnya dari sisi keefektivitasannya. Paling penting bagaimana cara mengajak masyarakat patuh dan taat pada prokes,” sambungnya

Menurutnya, penengakan prokes di pasar tradisional masih kurang. “Masih ada tempat kerumunan yang berpotensi menyebarkan virus. Misalnya, angkringan atau rumah makan. Coba turunkan petugas. Ingatkan jika ada pelanggar dan beri sanksi,” kata Dion.

Pemkab Purworejo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo memberlakukan kebijakan menutup pasar tradisional pada Minggu (27/6). Hal itu dimaksudkan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 khususnya di pasar daerah dan desa.
Kebijakan ini akan tetap dievaluasi. “Sementara Minggu (27/6) dulu. Kami harus berpikir lagi untuk kelanjutannya. Sekaligus kami evaluasi,” ujar Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo Bambang Susilo (25/6). (han/amd)

Masuk Zona Merah di Jateng

Kabupaten Purworejo masuk dalam daftar zona merah virus korona (Covid-19) di Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat diimbau semakin meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat. Begitu juga jumlah pasien meninggal dunia,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo Tolkha Amaruddin kemarin (29/6).

Dijelaskan, sebanya 25 dari 35 kabupaten/kota di Jateng Jawa masuk daftar zona merah atau risiko tinggi Covid-19. Termasuk Kabupaten Purworejo. Daerah lainnya yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kota Semarang, Kabupaten Pati, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Sragen, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Wonogiri. Tak terkecuali, Kabupaten Brebes, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang, Kabupaten, dan Kabupaten Karanganyar.

Selain itu, ada Kabupaten Kudus, Kabupaten Blora, Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang. ”Masuk zona merah Covid-19,” paparnya.

Menurutnya, tren peningkatan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 perlu diwaspadai. Selain menggencarkan vaksinasi, Pemkab Purworejo terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak abai menerapkan 5M. Yakni, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar, menjaga jarak minimal 1,5 meter, membatasi mobilitas di tempat umum, dan menjauhi kerumunan atau keramaian.

“Masyarakat juga harus rajin beraktivitas fisik atau olahraga untuk menguatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo kembali bertambah. Ada 156 kasus baru kemarin (29/6).

”Jumlah korban meninggal dunia juga bertambah tiga orang,” jelas Tolkha.
Total pasien positif Covid-19 tercatat menjadi 8.517 orang. “Jumlah korban meninggal dunia sampai hari ini (kemarin) 299 orang,” katanya.

Dijelaskan, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi ada 7.363 orang. Pasien rawat inap ada 110 orang. Mereka yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 745 orang.

Tes swab dilakukan 31.406 kali. Masih menunggu hasil swab ada 1.328 orang.
“Prokes harus diterapkan secara ketat dan disiplin. Jangan acuh dan jangan egois,” tegasnya. (tom/amd)

Lainnya