Jangan Keluyuran, Harus Taat

Jangan Keluyuran, Harus Taat
TEGAS: Bupati Purworejo Agus Bastian memimpin rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo di Ruang Arahiwang Setda Purworejo Jumat (2/7). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) siap menerapkan kebijakan pemerintah pusat terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai Sabtu hari ini (3/7) hingga 20 Juli mendatang. Pemkab siap melaksanakan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Bupati Purworejo Agus Bastian menegaskan PPKM darurat harus ditaati. Tak terkecuali aparatur sipil negara (ASN) yang melaksanakan work from home (WFH/bekerja dari rumah). Mereka diminta tidak keluar rumah.

”Bagi ASN yang WFH, saya ingatkan agar tidak keluyuran pada jam kerja. Tren penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo semakin meningkat. Selain itu, telah masuk zona merah dan harus menaati PPKM darurat dengan level tiga,” ujar Bastian Jumat (2/7).

Jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo sudah tembus lebih dari seribu kasus. Penambahan per hari di atas 100 kasus dan setiap hari hampir ada.

“PPKM darurat wajib untuk ditaati. Banyak hal yang sudah diatur detail dan terdapat 14 poin yang dapat dijadikan acuan. Saya minta agar operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) ditingkatkan dan lakukan penyekatan-penyekatan,” imbuh Bastian.

Bastian menyebutkan, persentase tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Purworejo sudah hampir penuh. Padahal, batas toleransinya tidak boleh lebih dari 70 persen.

“Saya minta agar RS memiliki beberapa alternatif jika situasi semakin tidak memungkinkan. Kebutuhan oksigen yang sudah mulai kritis juga segera diantisipasi dan dilaporkan berjenjang. Ini merupakan problem nasional yang perlu campur tangan pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

Saat ini beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 sudah berupaya dengan menambah tempat tidur. RS Tjitrowardoyo sudah membuka dua bangsal untuk Covid-19. RS Tjokronegoro telah melayani pasien menggunakan veltbed.

Bastian juga menegaskan pentingnya melakukan pengecekan untuk memastikan tempat isolasi terpusat benar-benar siap. Yakni, tempat isolasi di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa.

“Optimalkan segera pelaksanaan vaksinasi. Karena saat ini, untuk dosis satu baru mencapai 58 persen dan dosis kedua baru 37,3 persen dari sasaran 123.060 orang,” sebut dia.

Bastian berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo gencar melakukan 3T secara maksimal. Yakni, tracing (penelusuran kontak erat), testing (tindakan melakukan tes Covid-19), dan treatment (tindak lanjut berupa perawatan pasien).

“Kalau perlu kita membeli alat PCR sendiri agar lebih dini dilakukan pelacakan dan penanganan. Jika perlu lakukan juga tracing dan testing di tempat-tempat umum,” paparnya. PCR yakni polymerase chain reaction berupa pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Selain untuk kepentingan pelacakan, menurutnya, langkah ini juga dapat sebagai shock therapy (terapi kejut) bagi masyarakat. Dia mengimbau para camat agar bertindak tegas dalam memberikan rekomendasi izin kegiatan. (han/amd)

Lainnya