Perhatikan Target Kinerja Pegawai

Perhatikan Target Kinerja Pegawai
STERIL: Seorang petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan Museum Tosan Aji Purworejo. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo tak setengah-setengah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlangsung sejak 3 hingga 20 Juli mendatang. Salah satu kebijakan yang diteraokan yakni melaksanakan kegiatan di sektor nonesensial 100 persen work from home (WFH/bekerja dari rumah), sektor esensial 50 persen WFH, dan sektor kritikal 100 persen work from office (WFO/bekerja dari kantor).

Bupati Purworejo menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Purworejo Nomor 800/4725/2021 tentang Penyesuauan Sistem Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Masa PPKM Darurat Covid-19 di Lingkungan Pemkab Purworejo. Ini untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

“PNS di lingkungan Pemkab Purworejo dapat melakukan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah dengan ketentuan tetap memperhatikan sasaran dan target kinerja pegawai,” kata Bupati Purworejo Agus Bastian dalam edarannya.
Dikatakan, jumlah PNS di organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjalani WFH maksimal 50 persen. Yakni, dengan memperhatikan jenis pekerjaan, kondisi kesehatan, efektivitas pelaksanaan tugas, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepala perangkat daerah menerbitkan surat tugas bagi PNS yang WFH,” imbuhnya.

Pegawai yang WFH tetap wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, mereka tetap berkoordinasi agar produktivitas kerja tetap efektif.

Sedangkan PNS yang tidak dapat jatah WFH yakni pejabat pemimpin tinggi pratama, kepala OPD, dan pejabat administrator. Selain itu, PNS pada badan penangulangan bencana daerah (BPBD), satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran, dinas kesehatan, RSUD Tjitrowardojo, RSU RAA Tjokronegoro, serta UPT puskesmas.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kabupaten Purworejo telah melakukan 100 persen WFO bagi pegawain. “Kami sudah menerapkan WFH hingga 20 Juli mulai Senin (5/6) sesuai imbauan dari Kemenag RI,” kata Kepala Kanwil Kemenag Purworejo Fatkhur Rochman kepada Radar Purworejo Senin (5/6).

Seluruh layanan dilaksanakan melalui daring. Pegawai sudah diatur agar mampu melayani secara daring. Layanan tatap muka khusus layanan pendaftaran haji.

“Semua aturan atau kebijakan akan kami jalankan,” ujarnya. (han/amd)

Museum Tosan Aji Rutin Disemprot

Museum Tosan Aji Purworejo rutin disemprot disinfektan. Langkah ini untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

“Ya, kami rutin lakukan penyemprotan. Kemarin kami juga baru saja melakukannya,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Alun-Alun Purworejo Agus Perdiat saat dikonfirmasi Radar Purworejo Selasa (6/7).

Agus mengatakan, penyemprotan disinfektan tak hanya dilakukan di area museum. Penyemprotan juga dilakukan di kawasan Alun-Alun Purworejo.

“Mulai kemarin kami juga mengintensifkan atau menambah dengan penyemprotan dalam ruangan-ruangan yang rentan terhadap bahan cair. Dengan tujuan agar virus atau kuman yang ada dalam udara ruangan bisa terdisinfeksi,” ungkap dia.

Agus menyatakan penyemprotan dijadwalkan eminggu sekali. “Akan kami fogging untuk ruangan-ruangannya. Di samping, rutinitas yang sudah berjalan sehari minimal tiga kali, pagi, siang, sore untuk menyemprot perabot atau perlengkapan kerja yang sering tersentuh orang,” paparnya.

Setiap ruangan di museum yang telah digunakan orang dari luar selalu disemprot. “Itu sudah kami laksanakan,” ujarnya.

Hal itu dimaksudkan agar menambah kepercayaan kepada para pengunjung museum. Selain itu, memastikan museum tersebut aman dikunjungi. (han/amd)

Lainnya