Jalankan Sebaik-baiknya!

Jalankan Sebaik-baiknya!
FOKUS: Suasana sosialisasi terkait PPKM darurat di Kabupaten Purworejo secara virtual di Common Center Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Purworejo Jumat (9/7). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo meminta masyarakat benar-benar menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dengan sebaik-baiknya. Hal itu dimaksudkan agar target nasional dapat tercapai.

“PPKM darurat ini harus di-support oleh berbagai pihak. Sebab, ini menjadi salah satu upaya agar target nasional dapat tercapai,” ujar Asisten Administrasi dan Kesra Kabupaten Purworejo Pram Prasetyo Achmad saat sosialisasi PPKM darurat secara virtual di Common Center Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Purworejo Jumat (9/7).

Salah satu target nasional dari PPKM darurat yang berlangsung mulai 3 hingg 20 Juli mendatang ini adalah untuk penurunan jumlah kasus Covid-19. Selain itu, penurunan angka kematian akibat Covid-19.

“Di Purworejo sendiri sudah ada 239 orang yang terkonfirmasi meninggal karena Covid-19. Ini tentunya harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Pram mengimbau masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Dia pun meminta aparat tingkat kabupaten hingga desa mampu menjadi teladan dalam mengawal PPKM darurat sesuai dengan instruksi bupati.

“Mari dimulai dari diri kita masing-masing. Saling mengingatkan dan bersinergi agar target penurunan terkonfirmasi positif dan kematian akibat Covid-19 dapat terealisasi,” tegas Pram.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo Sudarmi menyatakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo sudah mencapai ribuan kasus. Lebih dari 79 persen merupakan orang tanpa gejala (OTG) hingga bergejala ringan. Sedangkan sebanyak 21 persen bergejala sedang hingga berat.

“Dari 21 persen memerlukan pelayanan di rumah sakit. Hingga kini pasien yang memerlukan penanganan di rumah sakit sudah 200-an lebih pasien. Padahal, ketersediaan oksigen kami sangat terbatas,” ungkapnya.

Dikatakan, oksigen sangat penting bagi pasien Covid-19 sebagai terapi utama untuk gangguan napas. Dia sangat berharap masyarakat untuk dapat mematuhi prokes dengan baik agar meminimalisi penularan Covid-19.

“Saya memohon dan meminta dengan sangat untuk benar-benar taat prokes. Bagi yang tidak percaya Covid-19 silakan. Tetapi, prokes dipatuhi agar tidak sampai ke rumah sakit karena Covid-19. Kalau butuh pertolongan kami, pasti kami tangani. Tetapi jika prokes ditaati, tidak akan sampai ke rumah sakit karena Covid-19,” ujar Sudarmi. (han/amd)

Pelanggar Bakal Dikenai Sanksi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Purworejo tidaklah main-main. Siapapun pelanggar bakal dikenai sanksi yang tegas.

Ini merujuk Instruksi Bupati (Inbup) Purworejo Nomor 4851 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Inbup tersebut lebih merinci kegiatan sektor esensial, nonesensial, dan kritikal.

Sekretaris Satgas Covid-19 Covid-19 Sutrisno menjabarkan berbagai hal mengenai inbup tersebut. Di antaranya, masyarakat diminta melakukan aktivitas dengan memegang prinsip bahwa Covid-19 dapat menular pada kondisi tertutup, interaksi jarak dekat, dan keramaian.

“Sehingga, dapat lebih berhati-hati. Harus menggunakan masker dengan benar dan menjalankan prokes yang lain dengan ketat,” tegasnya dalam sosialisasi PPKM darurat secara virtual di Common Center Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Purworejo Jumat (9/7).

Menurutnya, segala bentuk aktivitas yang menimbulkan keramaian akan dilarang selama PPKM darurat berlangsung. Anggota Satpol PP, TNI, dan Polri siap bersama-sama menegakkan instruksi bupati sesuai aturan yang berlaku.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo Budi Wibowo membenarkan para pelanggar aturan PPKM darurat akan dikenai sanksi. “Ya, akan kami beri sanksi,” ujar Budi kepada Radar Purworejo, Jumat (9/7).

Pemberian sanksi dimaksudkan agar masyarakat jera. Dengan begitu, masyarakat diharapkan mau menerapkan protokol kesehatan (prokes) di manapun berada.

Dikatakan, ada dua jenis sanksi. Yakni, sanksi bagi perorangan dan pelaku usaha. Setiap orang yang melanggar peraturan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, denda paling banyak Rp 50 ribu, dan penahanan kartu identitas paling lama satu minggu.

“Kemudian, untuk sanksi sosial berupa push-up, membersihkan fasilitas umum, menyanyikan lagu nasional, dan melafalkan Pancasila,” sambung dia.

Sanksi juga disiapkan bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara kegiatan yang melanggar peraturan. Sanksinya berupa teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan usaha, denda paling banyak Rp 5 juta, hingga pencabutan izin usaha.

Sanksi tersebut sesuai dengan peraturan Bupati Purworejo tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum prokes di Kabupaten Purworejo. Yakni, sebagai bentuk upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa patuhi inbup ini, untuk menjaga kesehatan, keselamatan, ketenteraman, dan keamanan masyarakat Kabupaten Purworejo. Pun, dapat menekan penyebaran Covid-19,” harap Budi. (han/amd)

Lainnya