Khidmat Heningkan Cipta

Khidmat Heningkan Cipta
TULUS: Petugas dan pengendara mengheningkan cipta di pos penyekatan Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/7). (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Hening Cipta Indonesia yang dilaksanakan Sabtu (10/7) pukul 10.07 diikuti pengguna jalan dan petugas gabungan pos penyekatan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terkait pandemi virus korona (Covid-19) di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Mereka khusyuk menghendikan cipta mengikuti arahan Menteri Agama Yaqut Chalil Qoumas.

Mereka tampak berdiam diri. Berdoa dan menghormati korban Covid-19 dan berharap pandemi segera berakhir.

Pantauan di lapangan, beberapa menit sebelum pukul 10.07 kendaraan yang melintas di pos penyekatan di batas Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta diberhentikan. Tepat pukul 10.07, Ketua Tim Penyekatan Iptu Ponijo memimpin para petugas gabungan dan pengendara melakukan hening cipta bagi Indonesia.

“Semua anggota ikut mengheningkan cipta. Kapolda dan Kapolres juga ada vicon (video conference) hening cipta,” jelasnya.

Dijelaskan, Menteri Agama Yaqut Chalil Qoumas mengajak masyarakat Indonesia melakukan hening cipta serentak. Hal ini sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua masyarakat Indonesia yang gugur akibat pandemi Covid-19.

Setelah hening cipta selama satu menit, petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas di pos penyekatan. Para pengendara yang memiliki surat bebas Covid-19, surat vaksinasi atau berkepentingan yang esensial serta kritikal, diperbolehkan melintas.

“Kendaraan distribusi obat atau material pembangunan objek vital kan itu masuk sektor esensial dan kritikal. Jadi, diperbolehkan lewat,” jelasnya.

Ada satu mobil yang diminta putar balik. Aturan ini diberlakukan karena pengemudi tidak mampu menunjukkan surat vaksinasi atau tes Covid-19. “Sasaran pemeriksaan adalah kendaraan-kendaraan yang berasal dari luar daerah,” tegasnya.

Iptu Ponijo menyatakan, situasi pos penyekatan tampak tidak seperti biasa. Kendaraan yang melintasi perbatasan provinsi Jateng dan DIJ relatif sepi. Bahkan, lokasi tersebut tidak mencerminkan daerah perbatasan yang seharusnya ramai dilewati kendaraan.

“Bisa dilihat sendiri, yang melintas sepi. Ini bukti kesadaran masyarakat semakin meningkat,” papar Wakapolsek Bagelen tersebut.

Dijelasakan, ada 40 kendaraan yang diperiksa hingga siang hari. Jumlah kendaraan yang dapat melintas disertai dengan dokumen lengkap yaitu 20 mobil pribadi 20, 10 kendaraan bermuatan barang, 3 mobil travel, dan 6 sepeda motor.

“Total petugas gabungan yang terlibat dalam giat penyekatan, dari Polri 40 anggota, TNI 6 anggota, Satpol PP 6 anggota, dan dishub 6 anggota,” jelasnya.
Diungkapkan, penyekatan akan terus dilakukan selama pemberlakuan PPKM darurat. Masyarakat diminta mematuhi aturan-aturan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19.

Apalagi, ungkapnya, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih terus meningkat. Petugas pun selalu memperhatikan protokol kesehatan selama bertugas sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk saat ini, hindari bepergian atau keluar daerah jika tidak ada kepentingan yang sangat penting atau mendesak. Mari kita patuhi protokol kesehatan dan anjuran pemerintah agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” ungkapnya. (tom/amd)

Lainnya