Bed Kosong Tinggal Selusin

Bed Kosong Tinggal Selusin
GRAFIS: ERWAN TRICAHYO/RADAR PURWOREJO

RADAR PURWOREJO – Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Purworejo kian menipis. Jumlah bed yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan tinggal selusin atau 12 bed.

Jumlah tersebut berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo kemarin. “Per hari ini (kemain) data terakhir pukul 08.30, total TT (tempat tidur) perawatan Covid-19 ada 284 dan sudah terisi 272 TT,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo Tolkha Amaruddin Selasa (14/7).

Dikatakan, tingkat keterisian bed tersebut sudah mencapai 95,77 persen. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat terus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan ketat. Langkah ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus.

Bed yang masih tersisa terdapat di empat rumah sakit. Rinciannya, RSUD Tjitrowardojo memiliki kuota 106 bed, terisi 105 bed dan tersisa 1 bed. RSUD Tjokronegoro punya 105 bed, terisi 97 bed dan tersisa 8 bed. RS Panti Waluyo kapasitas 15 bed, terisi 13 bed dan sisa 2 bed. RS Palang Biru Kutoarjo memiliki 14 bed dimana terisi 13 bed dan tersisa 1 bed.

Sedangkan bed di rumah-rumah sakit lainnya sudah semuanya tersisi. RS Budi Sehat punya 5 bed sudah habis terisi. Hal serupa terjadi di RS Islam Purworejo (16 bed) dan RS Amanah Umat (20 bed).

Sebelumnya, imbauan serupa dilontarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo Sudarmi. Dia mengimbau masyarakat tidak abai dengan prokes. Hal itu dimaksudkan agar kasus warga yang positif terkonfirmasi Covid-19 tidak semakin banyak sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit.

“Ketersediaan TT di rumahs akit untuk pasien Covid-19 itu terbatas. Saat ini juga semakin menipis. Saya minta tolong dan saya mohon masyarakat mau menaati prokes untuk mengurangi penularan,” ujarnya.

Disebutkan, pasien yang dirawat di rumah sakit merupakan pasien Covid-19 yang bergejala sedang hingga berat. Ini memerlukan pertolongan yang lebih intensif agar pasien dapat ditangani dengan baik.

“Di Kabupaten Purworejo, 21 persen dari kasus positif Covid-19 adalah bergelaja sedang hingga berat. Padahal, ketersediaan bed dan juga oksigen, kita terbatas,” sebut dia.

Untuk itu diperlukan kesadaran dari semua pihak khususnya masyarakat agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Saya memohon masyarakat benar-benar taat prokes. Jika prokes ditaati, bisa menekan penularan sehingga tidak akan sampai ke rumah sakit karena Covid-19,” tandasnya. (han/amd)

68 Positif, 17 Meninggal

Jumlah pasien terkonfirmasi positif virus korona (Covid-19) di Kabupaten Purworejo kembali bertambah. Data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo menyatakan ada sebanyak 168 kasus anyar pada Selasa (13/7).
Penambahan juga terjadi pada pasien yang meninggal dunia. Tercatat ada 17 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Purworejo dr Tolkha Amaruddin mengatakan, penambahan itu menunjukkan kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih fluktuatif. Data terbaru terungkap total positif aktif tercatat ada 1.481 kasus.

”Adapun jumlah pasien yang sembuh pada Selasa (13/7) berjumlah 160 orang,” katanya.

Di sisi lain, Tolkha menyebutkan cakupan vaksinasi di Kabupaten Purworejo. Berdasar data per 13 Juli terungkap vaksinasi telah mencakup 615.735 orang. Rinciaannya vaksinasi dosis 1 sebanyak 77.884 orang (12,65 persen) dan dosis 2 sejumlah 52.295 orang (8,49 persen). (tom/amd)

Lainnya