Vaksinasi Anak 12-18 Tahun Dimulai, Dilanjut di Sekolah

Vaksinasi Anak 12-18 Tahun Dimulai, Dilanjut di Sekolah
BIAR SEHAT: Pelajar tingkat SMP mengikuti program vaksinasi Covid-19 secara masal di area parkir Gembira Loka Zoo, Jogjakarta, Selasa (13/7). Pemkot Jogja menggelar vaksinasi Covid-19 untuk anak berumur 12-18 tahun dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Jogja Smart Service. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA – Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di 12-18 tahun mulai digencarkan, termasuk yang digelar di halaman parkir sisi barat Gembira Loka Zoo, Jogja, kemarin (13/7). Alokasi vaksinasi kategori anak-anak ini akan terus dilakukan dan diakomodasi di sekolah-sekolah.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, vaksinasi Covid-19 sudah dimulai untuk pelajar atau anak-anak. Anak dengan usia 12-18 tahun di Kota Jogja berjumlah 44.999 orang, sementara 18 tahun ke atas hingga lansia ada 311.811 orang.

“Hari ini sudah mulai vaksinasi untuk anak-anak umur 12 sampai 18 tahun,” kata HP saat meninjau vaksinasi penduduk Kota Jogja di halaman parkir sisi barat Gembira Loka Zoo.

Ia menjelaskan, vaksinasi masal dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke -61 tahun itu sudah dilakukan melalui pendaftaran lewat aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Dengan keikutsertaan peserta dari anak-anak pelajar SD, SMP dan SMA di Kota Jogja. “Khusus hari ini yang ikut vaksin ada 250 anak. Jadi ini kita sudah memulai untuk klaster pelajar,” ujarnya.

Rencananya vaksinasi untuk anak dan masyarakat umum di atas usia 18 tahun akan digelar hingga Kamis (15/7) bagi penduduk Kota Jogja yang sudah mendaftar melalui aplikasi JSS. Dalam sehari, kuota pendaftaran vaksinasi melalui JSS dibatasi untuk 500 orang.

“Harapannya akan kami teruskan tiap saat, karena nanti akan dibedakan klaster pelajar. Mau kami alokasikan sendiri untuk bisa memenuhi 44.999 itu. Tapi kalau bisa, ya semuanya kami vaksin,” jelasnya.

Sasaran tidak hanya penduduk Kota Jogja saja, melainkan juga anak yang berdomisili di kota atau pelajar yang bersekolah di Kota Jogja meski tinggal di luar daerah. Syaratnya harus seizin orang tua untuk mengikuti program vaksinasi. Terpenting melalui aplikasi JSS dengan download aplikasinya.

“Nanti pada minggu selanjutnya akan kami alokasikan vaksinasi pelajar di sekolah-sekolah. Kami akan pilih sekolah di timur, barat, selatan, utara itu nanti pelaksanannya di mana,” terangnya.

Menurutnya, anak-anak memiliki kerentanan terhadap penularan Covid-19. Ini mendasarkan pada data kasus Covid-19 yang juga dialami usia anak. Meski demikian, jumlah kasus Covid-19 usia anak- anak di Kota Jogja kategori rendah.

Orang nomor dua di Kota Jogja ini menyebut, dari total 13 ribu orang yang pernah terpapar Covid-19 sejak Maret 2020 di Kota Jogja, untuk usia 0 hingga 9 tahun ada 744 orang. Dari jumlah itu, di antaranya ada satu kasus Covid-19 bayi usia 10 bulan yang meninggal dunia karena juga mengalami kelainan. Sedangkan usia 10 hingga 19 tahun yang pernah terpapar Covid-19 mencapai 1.214 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, stok atau ketersediaan vaksin sampai kemarin tercatat sekitar 43.000 dosis. Dalam sehari, vaksinasi yang digelar di 18 puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan lainnya mencapai 2.000 dosis.

Jumlah itu belum termasuk vaksinasi masal yang dilakukan secara insidental. “Tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan vaksin. Kalau kelihatannya menipis, maka 10 hari sebelum habis kami ajukan permintaan ke pemerintah. Sehingga jangan sampai terjadi kekosongan,” katanya.

Anak peserta vaksinasi Covid-19 Ni Putri Riski Ananda Intan Prameswari mengaku tidak merasakan sakit saat disuntik vaksin Covid-19. Ia juga mengajak para pelajar warga Kota Jogja lainnya untuk mengikuti vaksinasi guna mencegah sebaran Covid-19.

“Saya daftar lewat JSS dan langsung dapat tiket untuk vaksin. Tidak perlu takut, karena tidak sakit. Vaksinnya cepat dan prokesnya sangat baik,” kata pelajar SMAN 6 Jogja ini. (wia/laz/din)

Lainnya