Tampung Pasien tanpa Gejala

Tampung Pasien tanpa Gejala
ALTERNATIF: Persiapan tempat isolasi mandiri terpusat di GOR Sarwo Edhie Wibowo kemarin (23/7).  (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Pemkab Purworejo serius menangani warga yang terpapar virus korona (Covid-19. Salah satu wujud keseriusan tersebut ditunjukkan dengan menyiapkan lokasi untuk isolasi mandiri (isoman) terpusat.

Lokasi yang disiapkan adalah GOR Sarwo Edhie Wibowo. Pemanfaatan gedung olahraga yang berada di Kecamatan Banyuurip ini sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Pasien Covid-19 yang ditampung adalah usia di bawah 45 tahun dan tidak bergejala. “Kami siapkan untuk isoman terpusat jika kembali terjadi lonjakan kasus positif Covid-19,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Purworejo Said Romadhon kemarin (23/7).

Ada sebanyak 50 velbed (tempat tidur lipat) yang disiapkan di lokasi tersebut. Jumlahnya bisa saja ditambah sesuai kebutuhan. Ini mengingat kapasitas di GOR Sarwo Edhi Wibowo mencapai dua ratus velbed.

“Pelaksanaan isoman di rumah banyak terkendala kondisi rumah yang kurang mendukung. Misalnya, tidak tersedia kamar dan kamar mandi yang terpisah, sehingga masih bercampur dengan anggota keluarga yang tidak terpapar,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Purworejo menyiapkan GOR Sarwo Edhie Wibowo sebagai lokasi isoman untuk memfasilitasi warga yang terpapar Covid-19. Khususnya, warga yang tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pemkab mencoba menyiapkan semua syarat klinisnya. Meski, kelengkapan fasilitasnya berbeda dengan di rumah sakit.

Ada dua kategori pasien Covid-19 yang diutamakan untuk ditampung. Yakni, usia di bawah 45 tahun dan tidak bergejala.

“Karena hanya untuk isoman tanpa gejala, makan tidak memungkinkan untuk warga yang sudah sepuh, bergejala berat atau memiliki komorbid. Pasien dengan risiko tinggi tetap direkomendasikan ke rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Said menjelaskan, mereka yang menjalani isoman terpusat di GOR akan mendapatkan fasilitas dasar. Di antaranya, kamar mandi, air bersih, penerangan, vitamin, dan obat-obatan penunjang.

“Mereka juga akan mendapat pasokan makan tiga kali sehari serta kebutuhan kudapan yang lain dan pendampingan tenaga kesehatan dari dinas kesehatan, serta petugas lainnya seperti dari dinsos, BPBD, TNI, Polri,” ucapnya.

Pemkab tak hanya menyiapkan GOR Sarwo Edhie Wibowo sebagai lokasi isoman terpusat. Sejumlah tempat yang disiapkan yakni Gedung Kesenian W.R. Soepratman, Ganesha Convention Hall, dan Gedung Diklat Kutoarjo.

Lokasi isoman terpusat juga disiapkan di tingkat kecamatan dan desa. Penyiapan dilakukan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa. Hingga saat ini tercatat ada 2.358 tempat tidur yang tersedia.

“Seperti yang dilakukan di Desa Banyuyoso, Kecamatan Grabag, karena 13 warganya termasuk kepala desa positif, maka sebagian di antaranya diisolasi secara terpusat di gedung BKD setempat,” ungkapnya. (tom/han/amd)

Diuji Pasien dari Kecamatan

Pelaksanaan isolasi mandiri (mandiri) di GOR Sarwo Edhie Wibowo sudah diuji. Pengujian melibatkan pasien Covid-19 dari kecamatan-kecamatan.

“Kemarin kami persiapakan untuk operasional Jumat pagi ini (kemarin). Pengujiannya dari kecamatan yang memang mendapatkan pasien yang harus masuk ke isolasi terpusat,” ungkapn Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Sutrisno kepada Radar Purworejo Jumat (23/7).

Dikatakan, Pemkab Purworejo telah menyiapkan 50 tempat tidur bantuan dari Batalyor Raider. Sarana penunjang lainnya didukung organisasi perangkat daerah terkait.

Pemkab akan membuka dapur umum. Penyelenggaraannya melibatkan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosduk-KBPPPA) Kabupaten Purworejo. Dapur umum ini untuk pemenuhan kebutuhan pangan warga yang menjalani isoman.

“Di luar GOR juga disiapkan tenda sebagai posko petugas jaga dan nakes (tenaga kesehatan), yang memantau kondisi kesehatan dan kebutuhan warga yang isoman,” imbuh dia.

Dia berharap kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo menurun. “Yang sudah disiapkan baru GOR saja. Semoga kasus Covid-19 menurun sehingga tidak harus pakai GOR dan yang lainnya,” harap pejabat yang akran disapa Tris itu.

Sebelumnya, Bupati Purworejo Agus Bastian menyampaikan tempat isoman yang dipersiapkan pemkab akan dioperasikan jika ketersediaan bed di rumah sakit penuh. Dia berharap masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik agar Covid-19 dapat terkendali.

“Jika sudah tidak cukup, tempat isolasi terpusat kabupaten baru digunakan,” kata Bastian saat meninjau kesiapan tempat isolasi terpusat beberapa waktu lalu. (han/amd)

Lainnya