Angka Kelahiran Meningkat

Angka Kelahiran Meningkat
INTENSIF: Wabup Purworejo Yuli Hastuti dalam Bridging Leadership Bangga Kencana yang digelar secara virtual di Comen center Dinkominfo Purworejo Kamis (29/7). (ISTIMEWA )

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus menggalakkan program keluarga berencana (KB). Program ini harus tetap berjalan meski kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk penyebaran virus korona (Covid-19) menmasih berlanjut. Termasuk di Kabupaten Purworejo.

“Pelayanan KB di masa pandemi Covid-19 ini sangat penting. Apalagi, angka kelahiran di Kabupaten Purworejo meningkat,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Yuli Hastuti saat acara Bridging Leadership Bangga Kencana yang digelar secara virtual di Comen Center Dinkominfo Kabupaten Purworejo Kamis (29/7). Bangga Kencana merupakan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

Wabup menegaskan, angka kelahiran harus menjadi perhatian. Tujuannya agar kelahiran dapat terencana dengan baik.

Wabup berpesan agar kegiatan pelayanan KB dapat dikemas dengan tepat dalam masa pandemi ini. Yakni, tetap dilaksanakan dan tidak terjadi penularan Covid-19.

”Seperti disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam Bridging Leadership Bangga Kencana, di Indonesia terjadi lonjakan jumlah kelahiran. Diharapkan, daerah supaya lebih intensif dalam melakukan sosialiasi kepada masyarakat terkait pelayanan KB gratis yang semua biaya ditanggung pemerintah,” jelas Yuli.

Bridging Leadership Bangga Kencana bertujuan agar bupati dan wali kota dapat mensinergikan, mensinkronkan, dan mengharmonisasikan program Bangga Kencana. Ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang urusan pemerintah wajib nonpelayanan dasar dalam rangka pengendalian penduduk dan KB.

Pemerintah daerah diharapkan dapat melaksanakan program Bangga Kencana. Khususnya, untuk mengendalikan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga bisa dikawal hingga masyarakat. Nantinya hasil untuk dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategi organisasi perangkat daerah yang membindangi KB dari masing-masing daerah.

Kabid KB Dinas Sosial, Pengendalian Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosduk-KBPPPA) Kabupaten Purworejo Anny Retno Priastuti menyampaikan, angka kelahiran di Kabupaten Purworejo terjadi peningkatan kurang dari 5 persen. Antusiasme masyarakat mengikuti program KB sangat tinggi.

“Tetapi terkendala fasilitas kesehatan. Ada yang tutup sehingga peserta KB yang seharusnya mendapatkan pelayanan suntik dan implant tertunda. Kita tetap berupaya pelayanan KB dilaksanakan melalui praktik mandiri bidan,” Anny.

Disebutkan, ada 48 fasilitas kesehatan pelayanan KB gratis yang sudah berjejaring dengan BKKBN. “Terdiri dari 27 puskesmas dan selebihnya rumah sakit, baik swasta atau bidan praktik mandiri yang ada di Kabupten Purworejo,” ujar Anny.

Selain melaksanakan pelayanan KB, Anny menegaskan, pihaknya juga melaksanakan operasional integrasi program Bangga Kencana di kampung KB. Kegiatannya berupa Pokja Kampung KB dengan mekanisme operasional di lapangan dan ketahanan keluarga berbasis Tribina. Yakni, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

“Kabupaten Purworejo juga masuk menjadi lokus stunting. Ada kegiatan pehamanan stunting bagi calon pengantin. Termasuk, kegiatan penyuluhan dan edukasi,” papar dia. (han/amd)

Lainnya