Jangan Menjadi Pegawai Biasa-Biasa

Jangan Menjadi Pegawai Biasa-Biasa
DILANTIK: Bupati Purworejo Agus Bastian melantik dan mengambil sumpah pejabat fungsional di Ruang Arahiwang Kompleks Setda Purworejo kemarin (26/8). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pejabat fungsional jangan menjadi pegawai biasa-biasa saja. Mereka harus menjalankan amanah sebaik-baiknya.
Mereka juga harus mengembangkan kompetensi diri, dedikasi, dan integritas. Hal tersebut demi memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Demikian penegasan Bupati Purworejo Agus Bastian saat melantik dan mengambil sumpah 34 pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Purworejo di Ruang Arahiwang Kompleks Setda Purworejo kemarin (26/8). Rinciannya, dua dokter ahli utama, sembilan guru ahli pratama, 22 bidan terampil, dan seorang arsiparis ahli muda. Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Asisten Administrasi dan Kesra Setda Purworejo Pram Prasetya Achmad, serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah Nancy Megawati.

“Jadilah pegawai yang kreatif dan inovatif. Melaksanakan tugas dengan cerdas dan ikhlas, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah dan kejayaan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Apalagi, menurutnya, banyak program dan kegiatan menjadi tertunda atau bahkan dibatalkan di tengah pandemi Covid-19. ”Kreativitas dan inovasi aparatur sangat diperlukan untuk mengoptimalkan segala keterbatasan yang ada,” tegasnya.

Bupati menegaskan, pemkab telah menerapkan berbagai kebijakan dan akan selalu dikaji dan diperbarui untuk memenuhi standar kompetensi dan meningkatkan profesionalisme pegawai negeri sipil. “Untuk itu, perlu pengembangan kemampuan secara terencana dan terprogram. Salah satunya melalui rumpun jabatan fungsional,” paparnya.

Bastian menjelaskan, aparatur sipil negara denan jabatan fungsional dinilai telah memenuhi syarat administratif. Mereka telah memiliki kualifikasi tertentu, keahlian, dan keterampilan sesuai dengan pendidikan.

Ini merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. “Di situ jelas disebutkan, calon pegawai negeri sipil dengan formasi jabatan fungsional yang telah diangkat menjadi PNS paling lambat satu tahun wajib diangkat dalam jabatan fungsional tersebut,” jelasnya.

Bupati menambahkan, Pemkab Purworejo sangat mendukung adanya jabatan fungsional. Sebab, jabatan ini mempunyai butir kegiatan yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan secara spesifik terkait hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi, dan jabatannya. Jabatan fungsional pada hakekatnya adalah jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi. “Namun sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas pokok dalam organisasi pemerintah,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini masih banyak anggapan jabatan fungsional adalah kelompok jabatan yang kurang menarik dan tidak bergengsi seperti halnya jabatan administrasi. Padahal, dalam berbagai peraturan kepegawaian dinyatakan jabatan fungsional adalah kelompok jabatan PNS yang setara dengan jabatan administrasi.

“Bahkan, apabila memenuhi syarat dalam beberapa aspek, memiliki jenjang karir yang lebih luas daripada jabatan administrasi. Di antaranya, dalam hal jenjang pangkat, tunjangan jabatan, serta batas usia pensiun,” ujarnya.

Bastian berharap pejabat fungsional turut memberikan kontribusi secara aktif dalam mewujudan visi dan misi pembangunan Purworejo Berdaya Saing 2025. Utamanya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing. (tom/han/amd)

Lainnya